16 March 2022, 16:51 WIB

Pasar Murah Minyak Goreng belum Mampu Tekan Harga


M Taufan SP Bustan |

PASAR murah yang digelar pemerintah di sejumlah titik di Palu, Sulawesi Tengah, belum berhasil menekan kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng di kota itu. Di Pasar Tradisional Inpres Manonda (PTIM) Palu, Sulawesi Tengah, harga minyak goreng kemasan masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter.  

Contohnya, penjualan minyak goreng ukuran satu liter masih ditemukan dengan harga Rp20 ribu per liter. "Masih dijual mahal karena modalnya dari distributor juga mahal kami beli," aku salah satu pedagang, Muhamad Said, saat ditemui di PTIM Palu, Rabu (16/3).  

Menurut Said, meskipun pasar murah terus digelar di sejumlah titik oleh pemerintah, jika harga di tingkat distributor masih tinggi otomatis pedagang masih akan mengecer di pasar juga mahal. "Kuncinya kalau harga di distributor sudah turun pasti kami pedagang juga jual murah. Sekarang modal mahal, masak kami jual murah? Yang ada kami rugi itu," imbuhnya.  

Plt Kabid Perdagangan Dalam Negeri Desperindag, Donny Iwan Setiawan, tidak menampik masih ada minyak goreng yang dijual di atas HET. "Kami tidak bisa mengatur itu, karena pedagang masih punya stok lama yang dimodali tinggi. Otomatis mereka harus jual sesuai biar tidak rugi," ungkapnya.  

Baca juga: Rela Antre sejak Subuh demi Peroleh Minyak Goreng

Meskipun begitu, Donny tetap optimistis dengan serangkaian pasar murah minyak goreng yang dibuka pemerintah pelan tapi pasti akan menormalkan harga di pasaran. "Memang belum mampu menekan harga di pasar secara umum, tetapi paling
tidak sudah bisa meringankan beban sejumah warga. Ini karena harga di pasar murah itu sesuai HET," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT