15 March 2022, 20:15 WIB

Dua Tewas dalam Bentrokan Protes Provinsi Baru di Papua


Mediaindonesia.com |

SETIDAKNYA dua pengunjuk rasa tewas dan beberapa lain terluka di wilayah Papua pada Selasa (15/3). Menurut polisi, ini terjadi ketika demonstrasi menentang reformasi administrasi yang direncanakan berubah menjadi kekerasan.

Para pengunjuk rasa mengatakan Jakarta belum memasukkan orang Papua dalam rencana membentuk provinsi baru di wilayah tersebut. Mereka khawatir reformasi akan digunakan sebagai dalih untuk memperketat kontrol pemerintah atas wilayah tersebut.

Protes bermunculan di seluruh Papua dan bahkan di ibu kota negara Jakarta. Demonstrasi yang dihadiri oleh ratusan orang di distrik terpencil Yahukimo pada Selasa pagi, kata polisi, dimulai dengan damai tetapi berubah menjadi kekerasan ketika pengunjuk rasa mulai menyerang toko-toko di dekat kantor-kantor pemerintah dan membakar gedung-gedung.

"Dua orang tewas dan beberapa petugas terluka dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pihak berwenang," kata kepala polisi Papua Mathius Fakhiri pada konferensi pers Selasa di Jayapura, ibu kota wilayah tersebut. Polisi sedang menyelidiki kekerasan tersebut, tambahnya, dengan mengatakan lebih banyak pasukan keamanan akan dikerahkan ke Yahukimo sebagai tanggapan.

"Kami akan mengambil tindakan tegas untuk menghukum para pelakunya," katanya. Pemerintah Indonesia mengatakan tahun lalu sedang mempertimbangkan pembentukan enam provinsi baru di wilayah tersebut dengan alasan reformasi administrasi diperlukan karena luasnya Papua dan untuk mempercepat pembangunan.

Papua telah menjadi tempat pemberontakan berusia puluhan tahun yang bertujuan memperoleh kemerdekaan dari Indonesia yang menguasai bekas jajahan Belanda pada 1960-an. Pada 2019, setidaknya 20 orang tewas di provinsi Papua Barat dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa setelah berhari-hari kerusuhan dengan kekerasan untuk memprotes rasisme terhadap siswa Papua di kota terbesar kedua di negara itu, Surabaya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT