11 March 2022, 22:31 WIB

Forum Kepala Daerah se-Tanah Tabi Dukung Pemekaran Provinsi Baru Papua 


Thomas Harming Suwarta |

FORUM Bersama Kepala Daerah dan Tokoh Adat se-Tanah Tabi Papua mendukung penuh rencana pemerintah pusat bersama DPR RI membentuk Daerah Otonomi Baru tingkat Provinsi di tanah Papua. 

Dalam rencana yang dibahas pemerintah dan DPR RI, akan ada tiga provinsi baru di Papua yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. 

“Kami para tokoh adat dan kepala daerah se-Tanah Tabi meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, Kabuparen Membramo Raya mendukung penuh pembentukan Daerah Otonom Baru Provinsi di Papua. Kami juga mendesak agar pemerintah pusat dan DPR RI untuk tetap konsisten dengan agenda yang saat ini sudah berjalan,” ungkap Ketua Forum Bersama Kepala Daerah se-Tanah Tabi, Mathius Awoitauw dalam pernyataan bersama yang disampaikan kepada wartawan, Jumat (11/3). 

Forum Bersama Kepala Daerah se-tanah Tabi dan para tokoh adat, kata dia hari ini berkumpul di Sentani untuk menyamakan pemikiran dan pandangan serta merespon dinamika yang berkembang di Papua terkait agenda pembentukan Daerah Otonom Baru tersebut. 

Baca juga : Gubernur NTB Apresiasi Program Pemberdayaan UMKM Indosat di Mandalika

“Artinya pernyataan sikap yang dibuat ini untuk juga memberikan dukungan politik setelah ada dinamika yang berkembang beberapa hari ini. Kami menilai agenda pemekaran Provinsi sudah melewati pertimbangan matang oleh pemerintah pusat dalam konsultasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat Papua selama ini. Tentu ini kita perlu kawal bersama,” jelas Mathius. 

Pihaknya juga meminta agar Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua, dan MRP ikut merespon dinamika sosial politik yang berkembang. 

“Artinya Gubernur Papua, DPR Papua dan MRP perlu ikut sama-sama mengawal ini. Agenda politik Pemekaran harus dilihat secara proporsional dalam kacamata niat baik sebagai salah satu upaya mempercepat pembangunan di tanah Papua,” pungkas Mathius. (OL-7)
 

BERITA TERKAIT