10 March 2022, 15:28 WIB

Gunung Merapi Keluarkan Rentetan Awan Panas Guguran Hingga 5 Km


Ardi Teristi Hardi |

AKTIVITAS Gunung Merapi meningkat dengan terjadinya 17 kali awan panas guguran (APG) selama dua hari, Rabu-Kamis (9-10/3). Pada Rabu (9/3), APG terjadi pada pukul 23.29, 23.38, 23.44, 23.53. Lalu Kamis (10/3), APG terjadi pada pukul 00.22, 01.00, 01.22, 01.35, 01.59, 02.07, 7.33.

"Jarak luncur maksimal sampai 5 km (ke arah Tenggara ke Kali Gendol)," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida, Kamis (10/3).

Ia menyebut, arah luncuran APG 9-10 Maret 2022 masih di dalam daerah bahaya yang ditetapkan. Potensi bahaya ke depan masih sama dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik yang terjadi.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km," ucapnya.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas, Warga Balerante Mengungsi

Pada sektor Tenggara, bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sementara itu, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Ia juga menyampaikan, analisis data drone pada 20 Februari 2022, nilai volume kubah lava tengah mencapai sebesar 3,2 juta m3, sedangkan kubah lava Barat Daya 1,6 juta m3. Perbandingan terhadap periode-periode sebelumnya menunjukkan kedua kubah lava masih aktif

Atas kejadian 17 kali APG, BPPTKG telah melakukan koordinasi langsung dengan pemangku wilayah terancam serta relawan saat teridentifikasi adanya APG ke arah tenggara Kali Gendol untuk tetap tenang namun siaga dengan perkembangan aktivitas yang terjadi

Media sosial BPPTKG juga aktif menyampaikan setiap kejadian APG dengan rekomendasi untuk tidak berada di daerah bahaya yang telah direkomendasikan.

"Masyarakat Dusun Kalitengah Lor dan Dusun Kalitengah Kidul melakukan evakuasi mandiri sebanyak 193 jiwa dari total penduduk 443 jiwa," tuturnya.

Namun, pada pagi tadi, semua sudah kembali ke permukiman.(OL-5)

BERITA TERKAIT