08 March 2022, 23:52 WIB

Kasus Sembuh Covid-19 di Bantul Bertambah Menjadi 851 Orang


Ant |

SATUAN Tugas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengonfirmasikan kasus sembuh dari COVID-19 pada Selasa (8/3) menjadi 851 orang. Jumlah mengalami kenaikan 53 persen lebih dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 553 orang.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Bantul dalam keterangan pers Pemkab di Bantul, Selasa, pasien sembuh hari ini didominasi dari Kecamatan Sewon sebanyak 321 orang. Kemudian Banguntapan 76 orang, dan Kasihan 70 orang.

Sementara untuk kasus terkonfirmasi COVID-19 dalam 24 jam terakhir bertambah 416 orang, terbanyak dari Kecamatan Sewon 61 orang, Kasihan 53 orang, dan Bambanglipuro 52 orang.

Sedangkan untuk kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini tercatat lima orang dari Kecamatan Kretek, Pundong, Jetis, Imogiri, dan Kasihan masing-masing satu orang.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif COVID-19 di Bantul sejak awal pandemi hingga kini terakumulasi sebanyak 70.232 orang, dengan angka kesembuhan sebanyak 61.952 orang. Sementara kasus kematian totalnya tercatat 1.640 orang.

Dengan demikian jumlah kasus aktif COVID-19 atau yang masih menjalani isolasi mandiri maupun karantina di rumah sakit dan selter terpadu di Bantul per hari Selasa (8/3) berjumlah 6.640 orang, yang tersebar di seluruh 17 kecamatan se-Bantul.

Disebutkan pula, untuk cakupan vaksinasi COVID-19 Bantul sampai dengan 8 Maret 2022, untuk dosis satu sebanyak 787.001 orang atau 87,51 persen dari jumlah sasaran 899.352 orang, sementara untuk dosis dua telah tervaksin 752.392 orang atau 83,66 persen.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi COVID-19 booster atau dosis tiga di Bantul baru terealisasi sebanyak 56.123 orang, atau 7,46 persen dari jumlah sasaran 752.225 orang.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengatakan pihaknya akan memperkuat sinergi bersama TNI/Polri mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, perdukuhan, hingga tingkat puskesmas dalam upaya mencegah penyebaran varian Omicron.

"Salah satu yang kita lakukan adalah bersama-sama turun ke bawah di setiap kecamatan, kelurahan dalam rangka melakukan edukasi kemudian sosialisasi, sekaligus mengingatkan dan membagikan masker kepada masyarakat. Kita yang melakukan aktivitas di lingkungan kecamatan," katanya (OL-8)

 

BERITA TERKAIT