08 March 2022, 22:06 WIB

Kota Padang Panjang Kejar Penurunan Angka Stunting


Yose Hendra |

RENCANA Strategis (Renstra) Pemkot Padang Panjang, Sumatera Barat  melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), penurunan angka stunting ditargetkan mencapai 15,5 % pada 2023. Capaian akan terus diupayakan menjadi 14% di 2024.

Penurunan sekaligus sebagai bentuk dukungan atas Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) yang dicanangkan Pemerintah melalaui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ini diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 Tahun 2020 dengan capaian 14%  2024 di Indonesia.

Kepala Dinkes Kota Padang Panjang Faizah, seusai mengikuti zoom meeting  RAN PASTI dengan BKKBN Regional 1, Selasa (8/3) mengatakan, data yang dihimpun kader kesehatan dan posyandu pada Agustus 2021, menunjukkan dari 3.800 balita, angka stunting mencapai 15,57%. Di sisi lain, Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai lembaga berkompeten nasional menetapkan angka stunting di Padang Panjang 20%.

"SSGI mengambil sampel sebanyak 70 bayi di Kota Padang Panjang di Oktober 2021. Kita memakai data keduanya. Intinya, kita tetap berupaya menurunkan angka stunting dengan pendekatan keluarga," ujar Faizah.

Sekda Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra menambahkan percepatan penurunan angka stunting dapat dilakukan dengan kebersamaan. Kesadaran keluarga akan pentingnya gizi anak, diawali dengan mengoptimalkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Mari bersama-sama saling melengkapi untuk mencegah stunting di Kota Padang Panjang. Pengentasan stunting sangat penting, guna menghadirkan generasi emas, generasi masa depan yang cemerlang," tuturnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT