03 March 2022, 19:36 WIB

Ibu Rumah Tangga di Yogyakarta Kaget Harga LPG Naik


Ardi Teristi Hardi |

SEORANG ibu rumah tangga di wilayah Keparakan, Kota Yogyakarta, bernama Mahadevi mengaku kaget dengan harga LPG nonsubsidi. 

Pasalnya, perempuan yang biasa menggunakan gas LPG berukuran 5,5 kilogram (kg) ini terpaksa harus menbayar lebih mahal.

"Pada Desember 2021, saya masih beli gas dengan harga Rp60an ribu, tetapi Februari 2022 saya beli gas Rp80an ribu," ucap Devi, sapaan akrabnya, Kamis (3/3).

Baca juga: Pertamina Pastikan Harga LPG 3 Kg tidak Berubah

Berdasarkan informasi dari penjual, Devi kemudian mengetahui bahwa harga LPG nonsubsidi sudah naik dua kali sejak Desember 2021. Akan tetapi, kenaikan harga tersebut dikatakannya tidak terlalu berdampak. Sebab, dia menggunakan LPG 5,5 kg untuk dua bulan.

"Bagi saya tidak terlalu berdampak karena beli gas dua bulan sekali. Cuman ya kaget saja," imbuhnya. 

Baca juga: Subsidi LPG Melonjak Akibat Harga Gas Dunia Meroket

Sejauh ini, dia masih bisa menemukan produk LPG nonsubsidi. Area Manager CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengimbau masyarakat yang mampu dan usaha di atas usaha mikro, untuk menggunakan LPG nonsubsidi. 

Secara prinsip, lanjut Brasto, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan usaha mikro. Pihaknya pun mengapresiasi pengawasan LPG subsidi yang dilakukan pemerintah daerah. 

"Pertamina Patra Niaga siap menyalurkan LPG subsidi sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah," tutur Brasto.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT