02 March 2022, 22:50 WIB

Indonesia Berpotensi Menjadi Sentra Produksi Pakaian Asia


Bayu Anggoro |


MAS Holdings, perusahaan teknologi pakaian jadi terbesar di Asia Selatan, resmi mengubah nama manufaktur perusahaannya di Indonesia
menjadi MAS Arya.

Perubahan itu menjadi bagian dari inisiatif MAS untuk menjadikan
Indonesia sebagai pusat utama operasinya di Tanah Air.

Sebelumnya, perusahaan itu dikenal dengan MAS Sumbiri, perusahaan yang telah memiliki dua fasilitas manufaktur di Jawa Tengah, berdiri pada 2013 sebagai perusahaan patungan antara MAS dan PT Sumber Bintang Rejeki.

Perusahaan yang awalnya hanya memiliki 500 karyawan atau MAS menyebutnya sebagai rekanan. Mereka memproduksi hanya satu kategori produk saja.

Kini perusahaan telah berkembang menjadi salah satu eksportir pakaian jadi terbesar di Indonesia yang telah memiliki kemampuan manufaktur multi-produk. Mereka melayani enam merek serta retailer mode global ternama.

Selain itu, MAS Arya juga telah memenangkan penghargaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sebagai eksportir tangguh di Jawa Tengah selama tiga tahun berturut-turut.


Perkuat di Indonesia


CEO MAS Arya, Ziyan Zahir, mengatakan, diawali bisnis dengan fokus pada
satu produk, MAS Arya kini memiliki portofolio yang lebih beragam. Perusahaannya menampilkan produk bernilai tinggi dan berteknologi tinggi.

Di antaranya produk FemTech, yang berfokus pada kesehatan dan kebersihan wanita, pakaian medis, pakaian olahraga dan atletik.

Pembaruan nama perusahaan yang secara resmi diumumkan pada awal Februari 2022 membuka jalan bagi MAS untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia.

MAS berharap untuk dapat melipatgandakan jejaknya di Indonesia dalam 4
tahun hingga 2025 mendatang dengan menggaet konsumen dan unit bisnis
strategis baru di Indonesia. Mereka juga memperluas jaringan mitra
manufaktur eksternal.

"Perusahaan juga telah menerapkan serangkaian inisiatif bersama untuk lebih meningkatkan operasinya, termasuk melalui otomatisasi dan digitalisasi yang lebih besar," kata Ziyan Zahir, Rabu (2/3).

Adanya potensi besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat pakaian di Asia
Tenggara, terutama mengingat sumber daya manusianya yang kuat dan
hubungan perdagangan yang terjalin baik dengan negara-negara Asia.

"Hal itu sejalan dengan visi MAS Arya, terutama mengingat kami
juga ingin lebih dikenal sebagai produsen mode dan pakaian ikonik di
kawasan ini. Oleh karenanya, rebranding ini juga memiliki implikasi di
luar MAS Arya dan memberi pertanda baik bagi pertumbuhan dan perluasan
seluruh sektor pakaian jadi di Indonesia," tutur Ziyan.


Kemitraan


Dalam bahasa Sanksekerta, Arya mengacu pada makna terhormat yang
mencerminkan kepatuhan kuat MAS terhadap praktik serta standardisasi
etis dan berkelanjutan dalam semua operasinya di seluruh dunia. Fokus
yang kuat pada praktik tersebut terlihat dari operasi MAS Arya, khususnya dalam inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Salah satu fasilitas manufaktur MAS Arya diharapkan hanya akan
menggunakan energi berkelanjutan pada tahun 2030. Hal ini juga selaras
dengan upaya MAS untuk membawa martabat dan memperkaya kehidupan dan
penghidupan tidak hanya bagi para pekerja perusahaan, tetapi juga
keluarga dan masyarakat yang turut bergantung pada perusahaan.

Perusahaan telah menerapkan program yang komprehensif untuk mengembangkan para karyawannya, MAS Arya telah menjalin kemitraan
dengan beberapa universitas dan perguruan teknik di Indonesia, termasuk
Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, dan STTT Bandung, untuk menggaet talenta terbaik.

Setelah bergabung dengan MAS, mereka akan menjalani program pelatihan dan pengembangan yang komprehensif. Orang yang terpilih akan mendapat tawaran untuk menempati lokasi MAS lainnya di luar negeri.

"Ini bertujuan untuk lebih meningkatkan keterampilan dan bakat di skala
global," ujarnya.

Atas usahanya tersebut, MAS Arya menerima penghargaan sebagai Perusahaan Terbaik untuk Bekerja di Asia oleh HR Asia pada
2019. Mereka juga mendapat predikat Perusahaan Fast Moving di Indonesia
pada SME 100 Awards 2020.

"Kini, MAS memberikan kesempatan kerja kepada lebih dari 10.000 rekanan
di Indonesia secara keseluruhan, termasuk di MAS Arya. Kami juga melakukannya melalui investasi lainnya dalam rantai pasokan industri jadi yang diwakili oleh PT Silueta Indonesia, PT Prym Intimates Indonesia, dan PT Stretchline," tambah Ziyan Zahir. (N-2)

BERITA TERKAIT