02 March 2022, 10:40 WIB

Jalur Trans Sulut Penuh Lubang Tunggu Korban Jiwa Melayang


Voucke Lontaan |

KONDISI ruas jalan trans Sulawesi di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sepanjang hampir 105 km kerusakannya semakin parah. Ratusan lubang menjebak kendaraan yang melintasi ruas jalan menghubungkan lima provinsi di Pulau Sulawesi, yakni Sulawesi Utara, Gorontalo, Palu, Makassar dan Sulawesi Tenggara.

Pemantauan di lapangan, Selasa (1/3) dan Rabu (2/3), kerusakan yang paling menonjol dari Desa Poigar, Kabupaten Minahasa Selatan, hingga Desa Lolan, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaangmongondow. Lubang yang menjebak kendaraan bervariasi hingga berdiameter 20 cm dengan kedalaman sampai 30 cm.

"Kerusakan jalan ini sudah setahun lebih belum diperbaiki. Kami masyarakat Desa Lolan beberapa waktu lalu sempat menanam pohon pisang di jalan yang berlubang sebagai tanda agar pengemudi berhati-hati jangan sampai mengalami kecelakaan," kata seorang tokoh masyarakat Desa Lolan, Baldan,48, saat ditemui di desa tersebut.

Bahkan, lanjutnya, tidak sedikit kendaraan baik beroda dua dan beroda empat mengalami kecelakaan lalu lintas terperosok masuk kesaluran air dipinggir jalan, akibat menghindari kerusakan lubang.

Herannya sudah setahun lebih pemerintah seakan membiarkan belum memperbaiki kerusakan jalan tersebut. "Apakah menunggu terjadi musibah kecelakaan lalu lintas yang fatal, baru ruas jalan trans Sulawesi di Desa Lolan diperbaiki. Rumah saya diseberang jalan, jadi sangat kedengaran bila ada kendaran yang terperosok ke dalam lobang, apalagi kalau hujan jalan berlobang itu tidak diketahui karena tergenang air," ujarnya.

Ungkapan Baldan tersebut dialami sejumlah rombongan wartawan yang melintasi jalur trans Sulawesi di Desa Poigar hingga Kabupten Bolaang Mongondow, menggunakan kendaraan roda empat. Saat melewati sepanjang jalur tersebut kendaraan tidak bisa menghindar dari kerusakan lubang yang menganga.

"Ini sangat membahayakan, kalau pengemudinya hilang konsentrasi gara-gara bermaksud menghindari kerusakan jalan bisa-bisa terjadi kecelakaan," kata Stenly, seorang pengemudi bus. (OL-13) 

Baca Juga: Pemprov DKI Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Pasaman Barat

BERITA TERKAIT