01 March 2022, 22:12 WIB

BPBD Kota Sukabumi Masih Lakukan Penanganan Darurat Pascabencana


Benny Bastiandy |

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, masih melakukan penanganan darurat di sejumlah titik pascabanjir dan tanah longsor yang terjadi masif belum lama ini. Penanganan juga termasuk memberikan trauma healing kepada para korban terdampak bencana serta menyisir kawasan-kawasan yang dinilai belum beraktivitas secara normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan saat ini masih penanganan masih dalam masa tanggap darurat bencana. Jika penanganan dipastikan selesai, maka selanjutnya akan dilakukan masa pemulihan (recovery) terhadap sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan.

"Kami juga harus memastikan para korban terdampak bencana terlayani kebutuhan dasarnya sebelum habis masa tanggap daurat pada 3 Maret 2022," kata Imran, Selasa (1/3).

Bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sukabumi pada 17 Februari 2022 terjadi di 68 titik yang dipicu cuaca ekstrem. Akibat bencana itu sebanyak 856 bangunan rumah yang dihuni 2.964 jiwa terdampak, 1 orang meninggal dunia, dan dua kepala keluarga masih mengungsi. Dampak lain bencana hidrometeorologi saat itu mengakibatkan kerusakan 51 tempat ibadah, 2 sarana pendidikan, 2 sarana kesehatan, serta 2 sarana infrastruktur.

BPBD, kata Imran, telah menyalurkan bantuan bagi korban terdampak banjir dan longsor selama masa tanggap darurat bencana. Bantuan tersebut merupakan wujud konkret hadirnya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban terdampak bencana. "Kami salurkan sebanyak 1.000 paket sembako bagi korban terdampak bencana," jelasnya.

Bantuan dialokasikan bagi warga di 7 kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Baros disalurkan sebanyak 486 paket, di Kecamatan  Cibeureum sebanyak 246 paket, di Kecamatan Lembursitu sebanyak 48 paket, di Kecamatan Warudoyong sebanyak 81 paket, di Kecamatan Gunungpuyuh sebanyak 19 paket, di Kecamatan Cikole sebanyak 118 paket,  dan di Kecamatan Citamiang sebanyak 4 paket.

"Ini merupakan hasil bantuan yang kami kumpulkan serta sumbangan dari para donatur. Kami salurkan kembali kepada warga terdampak bencana," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT