28 February 2022, 17:24 WIB

Stok Darah PMI Kota Bandung Menipis


Naviandri |

PERSEDIAAN darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, Jawa Barat semakin menipis. Di masa pandemi Covid-19, permintaan darah mencapai 500 labu darah setiap harinya sedangkan jumlah pendonor sekitar 100 sampai 300 orang per hari.

"Saya imbau keluarga pasien yang membutuhkan darah agar membawa pendonor  karena stok di PMI menipis. Sejak angka yang terpapar Covid-19 di Kota  Bandung naik, permintaan daearh naik sedangkan jumlah pendonor menurun,," kata Humas PMI Kota Bandung, Budi, Senin (28/2)).

Menurut Budi, dengan membawa pendonor sendiri, tentunya bisa membantu mengatasi kekurangan darah yang kini dialami PMI Kota Bandung. Karena pendonor dari keluarga pasien tentunya, penanganan terhadap pasien bisa cepat dilakukan, tanpa menunggu terlalu lama stok darah dari PMI.

Menipisnya persediaan darah dan banyaknya pasien kesulitan mendapat darah, membuat Ikatan Alumni SMAN 3 (Ikasma 3) Bandung tergerak membantu menambah persediaan darah di PMI Kota Bandung. Dari 80 orang alumni SMAN 3 yang daftar donor darah hanya 60 yang lolos, sisanya tak bisa jadi pendonor karena kurang fit dan hemoglobin terlalu tinggi .

Ketua Ikasma , Tito Satya Renaldi mengatakan, sejak pandemi Ikasma gelar kegiatan sosial donor darah, penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) dan gelar vaksin dosis 1,2, dan booster di kota dan  Kabupaten Bandung. Anggota Ikasma banyak dokter termasuk bertugas di PMI jadi bisa gelar donor darah dan  vaksinasi.

"Kegiatan donor darah rutin dihelar 3 bulan sekali di tengah pandemi saat ini, screening berbeda. Biasanya cukup formulir data donor sekarang ada tambahan screening Covid-19 yang harus diisi, yang kena Covid-19 atau baru vaksin tidak boleh donor," ucapnya lagi.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sangat membutuhkan dukungan para dokter di masa pandemi Covid-19, apalagi tren kasus Covid di Bandung sekarang meningkat. Berdasarkan data dari pusat data Covid Kota Bandung, jumlah terkonfirmasi per Minggu (27/2) sebanyak 13.145 kasus, dengan adanya penambahan kasus sebanyak 227 dalam sehari.

Tiga kecamatan tertinggi kasus Covid adalah Kecamatan Antapani 729 kasus, Coblong 728 kasus dan Sukajadi 725 kasus. Di tingkat kelurahan, Antapani Kidul (356 kasus), Margasari (270 kasus), dan Dago (252 kasus) menempati tiga urutan teratas.

Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengatakan bahwa Pemkot Bandung sangat membutuhkan IDI untuk terus mengimbau masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena itu sangatlah penting. "Penyebaran Covid saat ini, lebih tinggi dibanding masa sebelumnya yang sempat terjadi saat penyebaran varian Delta di pertengahan tahun lalu.Kami terus akselerasi vaksinasi, untuk dosis pertama datanya 112 persen dan dosis kedua 100 persen," ucapnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT