26 February 2022, 18:15 WIB

Siasati Kelangkaan Minyak Goreng, Warga Cianjur Produksi Minyak Kelapa 


Benny Bastiandy |

SEBAGIAN masyarakat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat minyak goreng menggunakan bahan dasar kelapa. Inisiatif itu didasari sulitnya mendapatkan minyak goreng di pasaran sejak beberapa waktu lalu sampai sekarang. 

Kepala UPTD Pasar Cipanas, Widya Pratiwi, mengatakan kelangkaan minyak goreng di pasaran memicu gejolak di masyarakat. Mereka panik karena khawatir tidak bisa memasak karena tidak punya minyak goreng. 

"Awalnya masyarakat tidak terlalu panik. Namun makin ke sini, minyak goreng mulai sulit. Di saat kondisi seperti sekarang, ada beberapa yang menyiasatinya dengan membuat minyak goreng dari kelapa," terang Widya, Sabtu (26/2). 

Widya mengapresiasi masyarakat yang mencari alternatif di tengah sulitnya mendapatkan minyak goreng berbahan sawit di pasaran. Bahkan tak sedikit yang mencoba mengurangi penggunaan minyak goreng untuk mengolah makanan. 

"Beberapa warga lainnya ada yang mengurangi penggunaan minyak goreng. Jadi memasak makanannya dengan cara dipepes, direbus, atau dibakar," tuturnya. 

Bagi Widya, kreativitas masyarakat yang menyiasati kelangkaan minyak goreng patut ditiru. Malahan, kata Lidya, mengolah makanan atau masakan tanpa minyak goreng bisa lebih menyehatkan. 

Baca juga : Warga NTB Ingin Beli Tiket MotoGP? Yuk, Ada Diskon 10 Persen

"Jadi nonkolesterol. Alhamdulillah ada masyarakat yang bisa mencari alternatif atau solusi," jelasnya. 

Di lingkup UPTD Pasar Cipanas, hasil pendataan, kebutuhan minyak goreng rata-rata sebanyak 28 ribu liter per pekan atau 4 ribu liter per hari. Di tengah kondisi saat ini, suplai minyak goreng yang dipasok ke Pasar Cipanas rata-rata kisaran 200-300 dus per hari. 

"Kalau berbicara kebutuhan, tentu belum terpenuhi. 1 dus itu biasanya 12 liter. Kalau sehari 200-300 dus, tentu belum cukup," terangnya. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/2022 tentang Penetapan HET Minyak Sawit, pada Pasal 1 disebutkan untuk HET minyak curah sebesar Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14 ribu per liter. 

"Di pasar ada yang masih menjual stok lama karena belum laku. Berarti harganya pun masih yang lama. Di data harian kami, ada yang masih menjual kisaran Rp18 ribu-Rp19 ribu per liter," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT