25 February 2022, 08:40 WIB

Keterampilan Membatik Guru-Siswa Gunungkidul dan Bantul Diperkuat


Mediaindonesia.com |

YAYASAN Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) melakukan pembinaan pilar kecakapan hidup membatik untuk guru dan siswa di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul dan Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, sejak sekitar 2007-2008. Ini digerakkan oleh semangat untuk berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah prasejahtera.   

Hal itu selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Bantul yang menetapkan kegiatan membatik sebagai muatan lokal yang masuk kurikulum sekolah. Oleh karena itu, sebagai upaya menciptakan keberlangsungan kecakapan hidup serta pelestarian budaya batik di lingkup daerah, YPA-MDR menginisiasi Komunitas Pembatik Cilik, wadah bagi siswa-siswi lintas sekolah binaan YPA-MDR di satu kecamatan, yang memiliki minat dan bakat dalam membatik.

"Harapan YPA-MDR yaitu siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga dapat terus mengasah kecakapan hidup serta kepercayaan diri sehingga menjadi bekal bermanfaat untuk masa depan mereka dan warga sekitarnya," tutur Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo, dalam acara Virtual Media Visit Komunitas Pembatik Cilik Kecatamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Kamis (24/2).

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh peraih penghargaan Satu Indonesia Awards 2017, Anjani Sekar Arum, yang menjadi narasumber membatik Komunitas Pembatik Cilik YPA-MDR. "Tantangannya mengubah mindset anak-anak dalam membatik serta mendidik untuk menjadi seniman pembatik cilik dengan membuat karya dari hati serta membentuk kreativitas sejak dini," jelas Anjani Sekar Arum.

Melalui pembentukan Komunitas Pembatik Cilik, YPA-MDR berharap dapat melestarikan batik sebagai salah satu identitas budaya Yogyakarta dan membantu potensi perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan membatik YPA-MDR di sekolah binaan mendukung predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang dinobatkan oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council).

Salah satu kegiatannya yaitu ketika Kecamatan Gedangsari terpilih menjadi salah satu destinasi perhelatan Jogja International Batik Biennale (JIBB) pada 2018. Pada acara dengan lingkup internasional tersebut, Presiden World Craft Council Dr. Ghada Hijjawi Qaddumi secara langsung mengunjungi salah satu sekolah binaan YPA-MDR yaitu SMKN 2 Gedangsari yang dipilih menjadi salah satu perwakilan sekolah karena dinilai berhasil melestarikan budaya batik.

YPA-MDR berdiri sejak 2009 yang secara khusus dimiliki oleh PT Astra International Tbk sebagai pelaksana kontribusi sosial berkelanjutan bidang pendidikan pilar Astra untuk Indonesia Cerdas bidang dengan membina sasaran sekolah-sekolah di daerah prasejahtera atau 4T (tertinggal, terdepan, terluar, dan terdalam). Visi, misi, dan tujuan YPA-MDR yakni menjadi lembaga yang mewujudkan sekolah unggul di daerah prasejahtera dan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas sebagai agent of change menuju masyarakat sejahtera.

YPA-MDR berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia di wilayah prasejahtera melalui pola pembinaan empat pilar yaitu akademi, karakter, seni budaya, serta kecakapan hidup yang adaptive, innovative dan berdampak. Hingga saat ini pembinaan sudah dilakukan kepada lebih dari 1.500 guru dan 23.800 siswa.

Program bantuan pendidikan YPA-MDR telah menyentuh 111 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sebagai konsep Sekolah Eskalator. Ini tersebar di 13 kabupaten yang berada di Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT