22 February 2022, 20:55 WIB

Produksi Jagung Pesisir Gresik Anjlok akibat Serangan Tikus dan Penyakit Putih


M Yakub |

SERANGAN tikus dan penyakit putih, membuat hasil panen jagung petani di kawasan pesisir pantura Kabupaten Gresik, Jawa Timur turun 50 persen hingga 75 persen. Kondisi ini membuat petani di kawasan pesir setempat merugi hingga belasan juta.

Sebagian petani mengaku tidak memiliki modal untuk tanam pada musim berikutnya. Serangan tikus dan penyakit itu sudah berlangsung sejak tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST) hingga jagung memasuki masa berbuah. "Musim panen ini kami merugi," kata Sukeni, petani Desa Pantesan, Kecamatan Panceng, Selasa (22/2).

Menurut dia, serangan hama tikus dan penyakit putih itu berlanjut hingga jagung memasuki masa panen. Kondisi tersebut mengakibatkan produksi jagung turun hingga 75 persen. Hampir sebagian besar panen jagung turun banyak pada musim kali ini. "Kami merugi hingga belasan juta pada musim, " keluhnya.

Dijelaskan biasanya lahan miliknya mampu panen jagung hingga 1,5 ton. Tapi saat ini hanya bisa sekitar 2,5 kuintal.

"Serangan hama makin menganas saat jagung musim berbuah.Hasil panen turun hingga 50 persen," tambah Khoiriyah, petani lainnya.

Ia mencontohkan,  pada musim tahun sebelumnya lahannya panen sebanyak 2 ton dan kini hanya panen kurang dari 1 ton. Dan hampir sebagian besar, lanjut dia, panen jagung pada musim ini mengalami penurunan cukup signifikan. "Jagung  yang sudah terserang penyakit putih tidak bisa tumbuh dengan baik. Bahkan, banyak yang tidak bisa berbuah," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT