22 February 2022, 08:50 WIB

Ingin Petani Lebih Sejahtera, Pemkab Sikka Dorong Produksi Kopra Putih


Gabriel Langga |

USAHA kopra putih di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur memang belum familiar. Padahal kopra putih lebih menjanjikan ketimbang dengan kopra yang diolah oleh mayoritas masyarakat Sikka secara turun temurun. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka mendorong para petani memproduksi kopra putih.

Bupati Sikka Fransiskus menjelaskan dari semua komoditi di Kabupaten Sikka produksi paling terbesar adalah kelapa. Hal ini dikarenakan selama ini para petani hanya mengolah hasil panennya dalam bentuk kopra hitam yang harganya cenderung berfluktuasi dan tidak menentu. Bahkan seringkali harga kopra hitam jatuh akibatnya petani selalu dirugikan.

"Sikka ini punya sumber daya alam yang cukup melimpah khususnya kelapa. Tetapi keunggulan kelapa di Sikka ini belum mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa. Hal ini dikarenakan juga, kelapa masih diolah secara tradisional dan belum ada inovasi dari kelapa" ujar Bupati Sikka, Selasa (22/2)

Untuk itu, ungkap Bupati Sikka yang biasa disapa akrab Robby Idong, mendorong para petani untuk mengembangkan pengolahan kelapa dalam bentuk kopra putih. Sebab dengan usaha kopra putih ini akan memberikan jaminan kestabilan harga buah kelapa gelondongan, tetap dan cenderung naik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa. Bagi dia, dengan memproduksi kopra putih petani kita bisa kaya.

"Sekarang para petani kelapa harus berpikir agar kelapa ini harus punya harga. Saya sudah kampanye kemana-mana soal kelapa. Saya mendorong petani produksi kopra putih. Proses pengerjaan kopra putih juga hanya tiga hari. Harga kopra putih ini jauh lebih mahal daripada kopra biasa " ujar dia.

Menurut Bupati, untuk memproduksi kopra putih ini pun lebih mudah dan gampang. Cukup dengan membangun rumah UV (ultraviolet) untuk menghasilkan kopra yang berwarna putih, harum, dan tidak berjamur. Ukuran rumah UV ini hanya 3X8  dan tinggi 2,5 meter. Dalam satu rumah UV ini bisa menampung 3.200 buah kelapa.

"Kalau kopra biasa kita harus jungkil. Tetapi kalau kopra putih kita hanya letakkan saja di rumah UV itu. Nantinya kelapa itu terlepas sendiri dari tempurung nya. Nanti kan tempurung itu bisa diolah jadi briket," ujar Bupati Sikka.

Bupati Sikka juga mengaku telah memerintahkan Kadis Pertanian untuk mendorong para petani memproduksi kopra putih. Hal ini untuk membantu masyarakat dalam memperbaiki kemampuan ekonominya terutama dalam menghadapi krisis akibat pandemic covid-19.

"Kopra putih ini sangat bagus. Kita mau jual dimana pasti investor akan membelinya. Saat ini negara-negara besar lagi mencari kopra putih," ujar Robby Idong.

Selain mendorong petani produksi kopra putih, Bupati Sikka berencana akan melakukan penanaman kembali pohon kelapa. "Rencananya akhir tahun ini, saya ajak seluruh petani untuk tanam kelapa besar-besaran. Ini adalah potensi yang baik. Kita ingin kedepan, Sikka menjadi penghasil kopra putih terbesar di pulau Flores," tekad Bupati Sikka Robby Idong. (OL-13)

Baca Juga: Wilayah PPKM Level 3 dan 4 Bertambah, Pemda Diminta Percepat Cakupan Vaksin

BERITA TERKAIT