21 February 2022, 19:12 WIB

Anggarkan Pembelian HP Senilai Rp1,8 M, DPRD Kota Bandung tidak Punya Sense of Crisis


Naviandri |

PENGAMAT Kebijakan Publik sekaligus Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Cecep Darmawan mengatakan, DPRD Kota Bandung hendaknya mempertimbangkan kembali rencana  pembelian handphone bagi anggota dewan yang anggarannya mencapai Rp1,085 miliar.

"Untuk apa handphone tersebut dan apakah itu kebutuhan mendesak bagi anggota dewan. Menurut saya semua anggota dewan pasti sudah memiliki handphone. Lebih baik dana dialihkan untuk penanganan Covid-19 atau bidang pendidikan," kata Cecep Darmawan ketika dimintai tanggapannya, Senin (21/2).

Menurut Cecep, dalam konidisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, rencana pembelian handphone sangat sensitif. Ia menilai, seharusnya anggota DPRD Kota Bandung memiliki sense of crisis di tengah pandemi seperti saat ini.

Ia menyebut, sebaiknya anggaran pembelian handphone tersebut  dialihkan yang lebih bermanfaat dan menyentuh masyarakat saat ini. "Banyak kepentingan yang lebih mendesak dan urgensi daripada pembelian handphone," ujarnya lagi.

Cecep menambahkan, yang perlu dipertanyakan apakah pembelian  handphone ini merupakan usulan semua anggota dewan. "Kangan-jangan  belum semua anggota dewan mengetahui rencana pembelian ini," jelasnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPRD Kota Bandung M Salman Fauzi membenarkan rencana pembelian handphone tersebut. Namun, Salman enggan memberikan keterangan lebih  detail mengenai rencana pengadaan ponsel mewah tersebut.

Ia menyarankan  agar langsung menanyakan hal itu ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di  Bagian Umum Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Bandung. "Langsung ke bagian PPK-nya saja. Saya takut salah ngomong  apalagi soal anggaran begini. Langsung aja ke Bagian Umum karena mereka  KPA (Kuasa Pemegang Anggaran)-nya," ucap Salman.

Sebagai diketahui, Sekretariat DPRD Kota Bandung berencana menganggarkan pembelian 47 unit smartphone baru. Rencana pengadaan tersebut dilakukan melalui metode e-purchasing dan memakan biaya dengan pagu anggaran Rp 1.085.648.300 atau Rp 1,085 miliar. Bila dirinci, harga smartphone itu masing-masing Rp23.085.106.

Pagu anggaran untuk rencana pembelian smartphone baru itu pun terpampang  jelas dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP). Paket dengan nama pengadaan smartphone ini memiliki kode 31161257. "Metode pemilihan : e-furchasing. Pemanfaatan barang/jasa mulai Februari 2022, akhir Maret 2022," demikian bunyi detail paket pengadaan smartphone baru DPRD Kota Bandung Senin (21/2).

Meski Kota Bandung saat ini tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19,
nampaknya mata anggaran untuk rencana pengadaan smartphone baru tersebut tak akan digeser lantaran masih tercantum dalam laman SIRUP LKPP.

Saat dikonfirmasi, empat pimpinan DPRD sekaligus pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung belum ada yang memberikan respons mengenai rencana pengadaan smartphone itu. Hanya Ketua DPRD Tedy Rusmawan saja yang sempat memberikan tanggapan saat dihubungi. Namun, politisi PKS ini justru menyarankan wartawan agar menanyakan rencana

Saat dikonfirmasi, empat pimpinan DPRD sekaligus pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung belum ada yang memberikan respons mengenai rencana pengadaan smartphone itu. Hanya Ketua DPRD Tedy Rusmawan saja yang sempat memberikan tanggapan saat dihubungi. Namun, politisi PKS ini justru menyarankan wartawan agar menanyakan rencana pengadaan tersebut kepada Sekretaris DPRD langsung.

"Saya tidak bisa komentar kalau soal itu, langsung saja ke Pak Sekwan (menyebut Sekretaris DPRD Kota Bandung) karena ranahnya ada di beliau," ucapnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT