21 February 2022, 17:09 WIB

Muncul Ancaman DBD di Tengah Pandemi, Enesis Beri Bantuan ke Gubernur Jatim


mediaindonesia.com | Nusantara

DUA tahun masih terdampak pandemi korona, apalagi sekarang kasus varian Omikron pun sedang meningkat,selain itu masyarakat harus tetap waspada dengan penyakit lainnya, terutama di musim hujan ini, yaitu demam berdarah dengue (DBD).

DBD sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang biak saat musim hujan seperti ini.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 20 Februari 2021, terdapat 13.776 kasus DBD dengan kasus terbanyak di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dalam acara peluncuran detikJatim beberapa waktu lalu, Enesis sebagai pemegang merek Soffell dan Force Magic membagikan 100 paket produk soffell untuk melindungi masyarakat dari gigitan nyamuk Aedes aegypti, sekaligus 1000 healty kit untuk terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Wabah DBD Merebak di Tangsel Capai 271 Kasus, Warga Diimbau Waspada

Paket secara simbolis diberikan oleh Ketua Yayasan Enesis Indonesia, Elkana Lewerisa kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Brand Manager Soffell dan Force Magic, Louis Sumantadiredja, mengungkapkan bahwa Enesis terbuka untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya ancaman di tengah pandemi ini.

"Edukasi ini diharapkannya membuat masyarakat terhindar akan risiko terjangkit DBD," kata Louis pada keteranga pers, Senin (21/2).

Di kesempatan yang sama Louis menunjukan keampuhan Soffell dalam uji ampuh nyamuk yang disaksikan langsung oleh beberapa wali kota dan bupati se-Jawa Timur serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Dari uji ampuh tersebut, terlihat nyamuk tidak mengigit tangan yang sudah di oleskan dengan Soffell.

"Enesis berharap warga Jawa Timur bisa lebih peduli lagi untuk menjaga kesehatan. Baik dari penyakit covid-19 yang tengah menjadi pandemi saat ini, kemudian juga DBD, dan berbagai penyakit lainnya," tutur Louis. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT