18 February 2022, 13:51 WIB

Jabatan Kades di Kalsel Kini Jadi Rebutan


Denny Susanto |

JABATAN Kepala Desa (Kades) kini banyak diminati dan jadi rebutan. Persaingan dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) serupa dengan ketatnya persaingan dalam Pilkada Bupati/Wali Kota bahkan Gubernur.

Di Provinsi Kalimantan Selatan ada 1.864 desa yang tersebar di 11 kabupaten. Saat ini masih ada sejumlah desa yang belum menggelar Pilkades.

"Masih ada daerah yang belum selesai Pilkades, salah satunya Kabupaten Hulu Sungai Selatan," ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalsel Zulkifli, Jumat (18/2).

Mirip dengan Pilkada Bupati/Wali Kota dan Gubernur, tensi persaingan politik antarcalon kades, gesekan antarpendukung hingga praktik politik uang juga terjadi dalam Pilkades. Biaya yang harus disiapkan untuk mengikuti ajang pemilihan pemimpin desa ini cukup besar. Adanya dana desa yang dikucurkan pemerintah dalam jumlah besar, ikut menjadi magnet ramenya Pilkades.

"Seperti halnya Pilkada, laporan adanya politik uang juga terjadi dalam Pilkades. Namun di beberapa desa peran ketokohan calon, tokoh masyarakat dan ulama juga menentukan. Generasi muda juga banyak yang berminat menjadi kepala desa," ujar Zulkifli.

Baca juga: Polres Sukabumi Siapkan 600 Personel Amankan Pilkades Serentak

Informasi yang dihimpun, di salah satu desa terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, seorang peserta Pilkades harus menggelontorkan dana hingga ratusan juta rupiah dan itupun gagal. Namun ada seorang kepala desa terpilih yang mengaku tanpa biaya besar karena didukung para tokoh masyarakat desa.

Pada 2022 ini Provinsi Kalsel mendapatkan kucuran dana desa sebesar Rp1,43 triliun. Keberadaan dana desa dinilai mampu mendongkrak ekonomi masyarakat dan pembangunan di desa.(OL-5)

BERITA TERKAIT