17 February 2022, 20:05 WIB

DBD Mulai Merebak di Palembang, Warga Ditekankan Jaga Kebersihan


Dwi Apriani |

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palembang, Sumsel saat ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Dinkes Palembang, sejak awal 2022, kasus DBD lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Januari 2021.

"Jika tahun lalu ada 11 kasus, namun kini sudah terdeteksi 73 kasus demam berdarah," jelas Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, Kamis (17/2).

Ia meminta masyarakat untuk mengantisipasi dengan melakukan pencegahan agar kasus demam berdarah tak semakin bertambah. Diakuinya, demam berdarah merupakan penyakit yang perlu penanganan cepat dan pencegahan tepat.

Pihaknya juga telah mendapat laporan dari daerah dengan kasus cukup tinggi. "Dari tahun lalu di bulan yang sama kasusnya lebih tinggi," kata dia.

Ia mengimbau agar masyarakat menjaga lingkungan rumah tetap bersih, terutama menjaga kebersihan penampungan air dan bak mandi. Sebab sumber nyamuk paling banyak dari tempat penampungan air.

"Nyamuk ini senang ada di air bersih, jadi tutup dan jaga kebersihannya. Kalau tidak, bakal menjadi sarang nyamuk demam berdarah," jelas dia.

Wilayah yang menjadi tempat langganan kasus DBD terbanyak berada di kawasan padat penduduk, seperti Sako dan Sukarami. Namun jika dibandingkan 2021 ke 2020, angka kasus demam berdarah justru menurun. "Awal Februari ini kasus tertinggi ada di Kecamatan Sukarame sebanyak 14 kasus, Sako 6 kasus, dan Ilir Barat 1 kasus," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, gejala demam berdarah mirip dengan kasus Covid 19. "Memang sebaiknya cepat jika ada anggota keluarga sakit demam diberi obat dan dibawa ke dokter untuk diperiksa. Kasus demam berdarah ini juga bahaya dan mirip gejalanya, bukan hanya Covid-19. Memang pemerintah dan tim kesehatan sedang fokus Covid-19, namun demam berdarah tidak boleh dilupakan," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT