12 February 2022, 19:04 WIB

Gunung Tangkuban Parahu Keluarkan Asap Solfatara


Depi Gunawan |

KERESAHAN melanda warga yang tinggal di kawasan Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat terutama mereka yang berdekatan dengan Gunung Tangkuban Parahu. Pasalnya, terjadi hembusan asap solfatara di Kawah Ratu, Tangkuban Parahu, Sabtu (12/2).

 Solfatara adalah fumarol yang mengeluarkan gas-gas oksida belerang (seperti SO2 dan SO3), selain karbon dioksida (CO2)dan uap air (H2O). Asap Solfatara mudah dikenali karena udara sekitarnya berbau busuk seperti kentut, sebagai bau khas gas-gas oksida belerang. Dalam konsentrasi tinggi, gas emisi ini bisa berbahaya bagi hewan dan manusia.

Sujud, 44, warga Cikole, Kecamatan Lembang menyebutkan, kabar tersebut tersebar sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Dia mendapat kabar dari saudaranya yang berdagang di sekitar Kawah Ratu. Keluarnya asap dari kawah membuat sebagian pedagang panik sehingga memilih pulang. "Tadi ada pedagang yang milih pulang, tapi ada juga yang masih bertahan di sana," kata Sujud.

Sejumlah anggota relawan pada akhirnya melakukan pengecekan ke kawasan kaki Tangkuban Parahu untuk memastikannya. Teten Lesmana dari Relawan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Tangguh Bencana (Destana) Ciater Kabupaten Subang mengaku, pihaknya segera ke lokasi untuk mengecek kabar tersebut.

"Berdasarkan pantauan kita di pos pengamatan, catatan aktivitas kegempaan pada alat seismik masih dalam keadaan normal," ungkap Teten saat dihubungi.

Perkembangan selanjutnya, Teten menyatakan, tim Pokja Destana Ciater masih menunggu update informasi dari Tim Deteksi dini dan Pos Pantau (PVMBG) Tangkuban Parahu. "Tim Pokja Destana Ciater sudah disiagakan sesuai tupoksinya di pos masing-masing sebagai antisipasi dan edukasi ke warga," ujarnya.

Dia meminta warga tetap tenang dan tidak resah serta sebaiknya menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait. Meski begitu, warga sekitar Tangkuban Parahu diharap waspada akan kemungkinan yang terjadi. (OL-15)

BERITA TERKAIT