12 February 2022, 16:53 WIB

70 Tenaga Medis dan Pegawai RSMH Palembang Terpapar Covid-19


Dwi Apriani |

SEBAGAI upaya mengantisipasi menyebarnya covid-19 varian omikron, Rumah Sakit Umum Pusat Dr Muhammad Hoesin Palembang melakukan swab massal kepada tenaga medis dan pegawai rumah sakit. Tes ini menyasar kepada 1.000 orang
tenaga medis dan pegawai yang dilakukan sejak Rabu (9/2/2022) hingga saat ini.

Hasilnya, sekitar 70 orang dinyatakan positif covid-19. "Selama 15 hari sejak Rabu (9/2/2022) kami mulai tes massal. Sudah 700 orang menjalani tes, 10% positif," ujar Direktur Utama (Dirut) RSMH Palembang, Bambang Eko Sunaryanto.

Pelaksanaan swab massal dilakukan setelah Menteri Kesehatan (Menkes) mengeluarkan instruksi untuk menekan penularan covid-19 di setiap wilayah, khususnya dengan status penyebaran yang mengalami kenaikan kasus. "Yang positif ini dokter, sisanya perawat dan administrasi," kata dia.

Terkait dugaan potensi nakes yang positif itu terpapar omikron, ia tak bisa memastikan. Sebab pemeriksaan membutuhkan uji S-Gene Target Failure (STGF) di Litbangkes Jakarta. "Hasilnya baru keluar sekitar satu sampai dua minggu kemudian. Kami belum punya alat tes omikron," kata dia.

Bambang menegaskan, nakes yang terpapar covid-19 dalam kondisi gejala ringan dan orang tanpa gejala. Mereka hanya membutuhkan istirahat yang cukup serta vitamin dan makanan bergizi agar segera pulih.

"Namun bila ada nakes yang positif dan tidak memiliki tempat isolasi di rumah, kami menyediakan tempat di sini. Tapi bukan di rumah sakit, mereka akan kami siapkan di rumah dinas," ucapnya.

Baca juga: Komnas HAM Datang ke Wadas untuk Kumpulkan Fakta

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan 50 tempat tidur untuk pasien covid-19. Sedangkan untuk angka bed occupancy rate (BOR) di RSMH Palembang baru mencapai 28%. "Apabila ada peningkatan (kasus) kami akan tambah lagi jadi 100 tempat tidur tetapi mudah-mudahan tidak ada," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT