11 February 2022, 17:41 WIB

Lahan Gambut di Desa Gelebak Dalam Disulap Jadi Agrowisata


Dwi Apriani |

LAHAN gambut di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan yang setiap tahun terbakar kini berubah wajah. Komando Resor 044/Garuda Dempo mengubah lahan seluas 25 hektare menjadi kawasan edukasi agrowisata. Tempat wisata ini dinamakan Kompleks Edukasi Wisata Agroekoteknologi.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk mencapai lokasi tersebut dari pusat Kota Palembang karena jaraknya berkisar 20 kilometer. Setiba lokasi, pengunjung bisa langsung melihat pintu masuk yang dibuat dari bambu-bambu sehingga menambah kesan alami.

Masuk ke kawasan agrowisata tersebut, langsung terlihat berbagai macam tanaman hortikultura baik sayuran dan buah-buahan. Tepat di ujung kawasan agrowisata juga terlihat kolam-kolam ikan dan sebagian ditanam padi sawah lebak. Tak hanya bisa menikmati hijaunya hamparan tanaman sayuran dan buah, pengunjung yang datang juga bisa belajar bercocok tanam dan menikmati sensasi memetik hasil pertanian.

Di kawasan itu juga disediakan wahana permainan alam bebas. Tempat ini juga menarik untuk berswafoto dengan latar hijaunya tanaman. Diketahui, agrowisata ini sebelumnya merupakan lahan yang dimiliki oleh warga namun dimaksimalkan untuk kawasan wisata dan edukasi teknologi, dimana pemanfaatan lahan tersebut juga merupakan salah satu solusi permanen penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakan jika tempat ini nantinya akan dijadikan kawasan wisata masyarakat sekaligus untuk pembelajaran di bidang teknologi agronomi, juga sebagai sarana hiburan masyarakat sekitar.

"Dalam kawasan ini ada kawasan pertanian terpadu, dimana satu lokasi namun terdapat tiga metode pertanian di dalamnya, seperti kegiatan hari ini merupakan panen perdana yang dimana tanamannya dikembangkan dengan sistem teknologi pertanian, mulai dari penggunaan pupuk alam hingga pengelolaan pertumbuhannya," jelasnya.

Baca juga: Bangkit dari Pandemi, Desa di Kudus Kembangkan Agrowisata Nanas

Agus menjelaskan, bukan hanya menjadi tempat wisata saja, namun sebagai wilayah edukasi teknologi pertanian dengan 3 metode farming yaitu pertanian, peternakan, perikanan, menjadi satu.

"Terlebih sekarang ini, sudah ada wisata outbond, wisata bidang peternakan, wisata edukasi pertanian dan edukasi di bidang pengembangbiakan bibit ikan, juga pengembang kegiatan usaha perikanan budidaya yang berkelanjutan (sustainable), dengan penerapan sistem budidaya alternatif ekstensif, yaitu penggunaan kolam terpal," ucap Agus.

Ia berharap jika kawasan tersebut ke depannya jangan hanya dijadikan salah satu sarana wisata umum saja, namun bisa dijadikan tempat untuk belajar dan mencari informasi di bidang pertanian dan peternakan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono bangga dengan pemaksimalan lahan yang dilakukan disini, terlebih untuk mengedukasi masyarakat, dan anak muda tentang teknologi pertanian dan peternakan. Bahkan pihaknya mendukung kegiatan edukasi di wilayah komplek wisata agroekoteknologi di Banyuasin.

"Kita bangga, ada komplek wisata edukasi agroekoteknologi di Banyuasin. Agar anak muda mau belajar dan memahami kemajuan teknologi di bidang pertanian," tuturnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga memiliki program yang dicanangkan dalam bidang pertanian, dirinya mengharapkan untuk warga sekitar agar tetap menjaga lingkungan di wisata agroekoteknologi ini. Untuk ke depan, kemungkinan akses untuk masuk ke komplek wisata ini akan dimaksimalkan agar masyarakat datang juga terasa nyaman.

"Ini menjadi ikon wisata di Banyuasin dan bersama Bupati Banyuasin dan berkoordinasi dengan TNI, kita akan lebih kembangkan lagi," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT