11 February 2022, 17:29 WIB

Siswa di Cimahi Kembali Belajar Daring


Depi Gunawan |

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) di Kota Cimahi, Jawa Bara dihentikan mulai Senin (14/2). Seluruh siswa dari jenjang PAUD/TK hingga menengah atas kembali harus menjalani pembelajaran via daring selama dua pekan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono menjelaskan, PTM di sekolah terpaksa dihentikan guna mencegah penyebaran Covid-19 yang kembali melonjak. Apalagi, muncul dugaan bahwa penularan Covid-19 sudah terjadi di lingkungan sekolah.

"Sekarang sudah cenderung ke arah klaster. Maka PTM dikembalikan ke belajar daring atau online," kata Harjono, Jumat (11/2).

Berdasarkan data terbaru, total ada 26 siswa dan 8 orang guru yang terkonfirmasi positif, 10 siswa di antaranya reaktif berdasarkan hasil swab test antigen. Jumlah itu bisa bertambah karena saat ini hasil swab test terhadap ratusan siswa dan guru belum keluar semua.

Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tersebar di 4 PAUD/TK, 8 SD dan 8 SMP. Sekolah-sekolah tersebut sudah menghentikan PTM sejak beberapa hari lalu untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Harjono menyebutkan, angka positivity rate hasil ACF di lingkungan sekolah sudah diatas 5 persen. Oleh karena itu, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terbaru, penghentian sementara PTM di satuan pendidikan sekurang-kurangnya akan dilakukan 14 x 24 jam atau selama 14 hari.

"Berdasarkan SKB 4 Menteri itu, maka PTM harus dihentikan selama 14 hari. Nanti setelah itu akan dievaluasi lagi," ungkap Harjono.

Sedangkan untuk satuan pendidikan di bawah Pemprov Jabar seperti SMA dan SMK serta yang dibawah naungan Kemenag seperti MA, MI dan MTS, juga sudah sepakat akan mengikuti keputusan yang diambil Pemkot Cimahi.

"Kami sudah koordinasi, mereka menyatakan akan mengikuti kebijakan Kota Cimahi. Nanti surat edarannya akan disebarkan ke seluruh sekolah," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT