10 February 2022, 19:28 WIB

Kurun Sebulan, Dua Pasien DBD di Cianjur Meninggal Dunia


Benny Bastiandy |

TINGKAT kematian pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, relatif cukup tinggi. Sejak memasuki awal tahun hingga kini sudah ada dua orang yang meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengaku angka kematian akibat DBD saat ini menjadi fokus perhatian. Sebab, hanya dalam waktu sebulan lebih, sudah ada dua orang pasien DBD yang meninggal dunia. "Angka kematian ini yang jadi sorotan kami," kata Yusman, Kamis (10/2).

Dua pasien DBD yang meninggal dunia terdata masih anak-anak. Usianya di kisaran 8-9 tahun. "Kalau dari kasusnya sendiri, sejak Januari sampai saat ini di bawah 100 kasus," ungkap Yusman.

Tindakan yang dilakukan saat ini, ucap Yusman, lebih diarahkan terhadap upaya-upaya pencegahan. Lebih spesifiknya melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Upaya itu untuk mencegah agar jentik nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak menjadi nyamuk dewasa. Makanya harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk," tuturnya.

Menurut Yusman, pemberantasan sarang nyamuk sangat mudah dilakukan masyarakat dengan cara membersihkan tempat-tempat yang terindikasi jadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk. Pola 3M plus merupakan cara efektif karena dilakukan dengan menguras, mengubur, dan menutup tempat terjadinya genangan air.

"Apalagi dengan curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang, tempat-tempat yang terbuka bisa menjadi genangan air. Sangat riskan bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk," sebutnya.

Yusman menegaskan untuk memberantas jentik nyamuk tidak bisa dilakukan dengan fogging. Dalihnya, asap dari fogging tidak akan menembus air sehingga tidak bisa membunuh jentiknya.

"Jadi yang paling efektif PSN itu dengan 3M. Perlu dirutinkan kembali kegiatan bersih-bersih lingkungan sehingga bisa mencegah jentik nyamuk berkembang biak menjadi dewasa," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT