10 February 2022, 14:16 WIB

Cara SMAN 2 Palangka Raya Jaga Toleransi Antarumat Beragama di Sekolah


Surya Sriyanti |

TOLERANSI antarumat beragama di SMA Negeri 2 Palangka Raya masih terjaga baik hingga saat ini. Apalagi setelah sekolah yang berada di Jalan Achmad Yani, Palangka Raya, itu selesai membangun sejumlah tempat ibadah di lingkungan SMA Negeri 2 pada 2010. Di SMAN 2 saat ini masih berdiri kokoh musala, gereja hingga pura untuk siswa yang beragama Hindu. Pembangunan tiga rumah ibadah ini adalah gagasan mantan Kepala SMAN 2 Palangka Raya, Bardah Sari.

''Tidak bisa diragukan lagi toleransi para siswa di SMA Negeri 2 ini sangat baik. Terbukti setiap minggu sebelum pembelajar secara online kita secara bergantian memimpin pembacaan doa pada saat apel,'' kata Wakil Kepala SMA Negeri 2 Palangka Raya Nyoman Arjana Arta ketika ditemui Media Indonesia, Kamis (10/2).

Saat ini, sejak belasan tahun ketika rumah ibadah dibangun di lingkungan sekolah, semua tetap berfungsi sebagaimana mestinya untuk tempat bersembahyang para siswa dan guru-guru.

''Setiap  hari jumat kita pasti ada kegiatan keagamaan dan semua siswa akan masuk ke tempat ibadah  mereka masing-masing. Siswa yang beragama Islam ke musala, Kristen ke gereja, dan Hindu ke Pura,'' tuturnya.

Bahkan setiap perayaan keagamaan tempat itu pasti digunakan para siswa untuk dihias dan dibantu oleh siswa yang beragama lainnya. ''Misalnya saat perayaan Natal di sekolah dilaksanakan di gereja sekolah yang dibantu oleh siswa non-Kristen. Begitu juga acara keagamaan siswa muslim dibantu oleh siswa non-muslim .Kegiatan ini sudah berlangsung sejak  2010 usai dibangun tempat ibadah itu,'' katanya.

Begitu juga bila ada perayaan agama Hindu, pasti pura itu akan dipakai selain saat pelajaran agama oleh siswa beragama Hindu. Di SMAN 2 saat ini terdapat 40 siswa beragama Hindu.

''Bahkan beberapa waktu lalu kita dapat bantuan dari Polsek Pahandut untuk mengecat dan memperindah pura kita,'' jelasnya.

Ditegaskan Nyoman,  hingga saat ini  pihak sekolah belum menemukan adanya keberatan masyarakat dengan  berdirinya gereja dan pura serta aktifitas siswa saat beribadah. ''Masyarakat yang berada di sekitar sekolah  tidak ada yang keberatan dengan aktivitas siswa kita yang beribadah. Bahkan mendukung apa yang kami lakukan,'' jelasnya.

Seperti diketahui, Pura Widya Darma dibangun di depan halaman SMA Negeri 2 Palangka Raya berada di pojok kanan depan. Dan gereja berada di belakang Pos Satpam di pintu masuk samping sekolah.

Untuk saat ini SMA Negeri 2 Palangka Raya masih pembelajaran Online karena ada siswa yang terpapar covid-19 , jadi untuk sementara selama satu pekan ditiadakan pembelajaran tatap muka. (SS/OL-10)

BERITA TERKAIT