10 February 2022, 13:43 WIB

Bisnis Penjualan Pot Bunga Berjaya di Masa Pandemi


Tosiani |

BISNIS penjualan pot bunga dan alat pertanian di Purwokerto, Jawa Tengah, tetap bertahan di masa pandemi covid-19. Hal ini karena orang lebih banyak di rumah dan melakukan pekerjaan dari rumah sehingga butuh mengembangkan hobi budi daya tanaman hias.

Irma, 19, pegawai toko pot bunga di Jalan Prof M Yamin Purwokerto, mengatakan, di awal pandemi covid-19 hasil penjualan pot bunga, pupuk, dan alat pertanian bunga lain mencapai kisaran Rp500ribu -Rp1 juta per hari. "Banyak yang WFH jadi orang mengembangkan hobi tanaman hias di rumah," tutur Irma, Kamis (10/2).

Barang dagangan yang dijual toko pot tersebut mencapai 100-an jenis, terdiri dari aneka pot bunga, alat pertanian, dan pupuk untuk tanaman bunga. Barang-barang tersebut dipasok dari berbagai kota.

Tingginya minat masyarakat pada tanaman bunga membuat toko pot mengembangkan unit usaha hingga memiliki enam gerai tersebar di daerah Purwokerto. Namun belakangan tinggal tersisa tiga cabang karena beberapa cabang mengalami masalah perpanjangan kontrak.

Selain itu, lanjut Irma, belakangan juga mulai muncul banyak pesaing. Banyak pedagang pot musiman yang berjualan menggunakan tenda di trotoar dalam beberapa lokasi. Diakui Irma, para pedagang musiman tersebut menjual pot
dengan harga lebih murah.

Baca juga: Mayat Perempuan dalam Dus, Polisi Sebut Korban Pembunuhan

Kondisi itu berdampak pada penurunan omzet penjualan hingga di kisaran Rp100 ribu-Rp200 ribuan per hari. Padahal sebelumnya bisa mencapai omzet rata-rata lebih dari Rp1 juta per hari. "Namun para pesaingnya juga banyak yang
berhenti. Hanya kami yang bertahan lama dan malah menambah stok dan jenis barang," katanya. (OL-14)

BERITA TERKAIT