09 February 2022, 15:35 WIB

Minyak Goreng Langka di Palangka Raya


Surya Sriyanti |

HINGGA saat ini minyak goreng menghilang dari pasaran seperti di pasar tradisional atau supermarket di Palangka Raya, Kalteng. Kalaupun ada, yang dijual adalah minyak goreng dengan kualitas bagus yang harganya mahal.

Hasil penelusuran di sejumlah pasar tradisional dan supermarket serta sejumlah warung sembako di Palangka Raya, Rabu (9/2), minyak goreng yang biasanya dijual Rp14 ribu- Rp20 ribu per liter saat ini sudah kosong. Kalaupun ada yang dijual adalah minyak goreng yang selama ini memang harganya sudah tinggi yakni antara Rp38 ribu - Rp40 ribu per liter.

''Saya sudah seminggu pesan minyak goreng kepada distributor tapi hingga saat ini barang tidak juga di antar dengan alasan masih kosong,'' kata Firman pedagang sembako di Jalan Tingang  Palangka Raya, Rabu (9/2).

Hal yang sama juga dikatakan Abu, seorang pedagang sembako di Jalan Rajawali. Abu yang mengatakan dirinya juga sudah seminggu pesan minyak goreng tapi kata distributor masih kosong.

''Kalau mau itu ada saya jual minyak goreng tapi memang minyak goreng ini  sebelum ada penurunan harga dari pemerintah itu sudah mahal,'' tuturnya.

Terpisah,  menurut Deputi Kantor Perwakilan BI Kalteng Yudo Herlambang mengatakan, pada Januari 2022 minyak goreng merupakan salah satu penyumbang inflasi di Kalteng.  Diakuinya minyak goreng penyumbang inflasi Kalteng karena selain harganya mahal, juga langka.  Saat ini  BI bersama-sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng  terus mencari solusinya pemecahannya.

''Apakah nantinya kita akan menggandeng produsen minyak goreng agar mengeluarkan dana CSR-nya untuk pasar murah minyak goreng atau lainnya. Masih kita rumuskan,'' kata Yudo saat dihubungi,  Rabu (9/2).

Dikatakannya,  Kamis (10/2) mereka  akan melakukan pemantauan ketersediaan minyak goreng di pasaran. (SS/OL-10)

BERITA TERKAIT