08 February 2022, 16:45 WIB

Muba Kembangkan Sabut Kelapa Jadi Produk Ekspor


Dwi Apriani | Nusantara

TRANSFORMASI ekonomi produk hilirisasi komuditas unggulan terus dikembangkan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Susmel bakal melakukan inovasi hilirisasi kelapa secara terpadu.

"Pemkab Muba, akan mengolah sabut kelapa orientasi ekspor sebagai lokomotif hilirisasi kelapa. Pengolahan ini tentunya dibutuhkan kolaborasi dari beberapa pihak untuk mensupport salah satunya MOU bersama PT Mahligai Indococo Fiber Lampung," ungkap Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi, saat menerima jajaran Koperasi Unicon Muba Indonesia, Selasa (8/2) di Ruang Rapat Bupati.

Dikatakan Beni, tanaman kelapa yang ada di Kabupaten Muba mencapai 6.749 Ha. Kemudian, Tanaman yang Menghasilkan (TM) 5.602 Ha dan Produksi 14.005.000 Butir. Berdasarkan data yang ada tanaman kelapa yang ada di Muba ini cukup luas.

"Untuk itu, saya sangat mengapresiasi dan akan mensupport inovasi pengolahan sabut kelapa sebagai upaya mendukung perekonomian, ditengah kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. Mari kita  lakukan koordinasi yang lebih dalam lagi untuk mensukseskan inovasi ini. Pemkab Muba akan mendorong dan akan berusaha untuk membantu,"ungkapnya.

Penanggung Jawab Koperasi Unicon Muba Indonesia Nanang Taat menyampaikan, pendirian koperasi Unicon Muba ini merupakan pengembangan usaha dari para petani kelapa yang pada awalnya sebatas usaha perdagangan kelapa. Setelah terbentuknya koperasi ini, muncul lah inovasi untuk mengelola sabut kelapa menjadi produk cocofiber dan cocopeat yang mempunyai nilai jual untuk pasar ekspor, apalagi produk tersebut telah ada jaminan penampungan/pasar dari offtaker.

"Mengapa harus mengelola sabut kelapa karena, bahan baku nya  berlimpah di Muba, kepastian jaminan pasar, padat karya, limbah yang belum di manfaatkan serta teknologi sederhana. Adapun beberapa produk akhir cocofiber yaitu, jok mobil, sofa, keset kaki, spring bed, vas bunga dan matras. Sementara, cocopeat digunakan untuk media tanam," kata dia.

Direktur PT Mahligai Indococo Fiber Lampung Efli Ramli mengatakan, pengolahan sabut kelapa orientasi ekspor sebagai lokomotif hilirisasi kelapa secara terpadu di Kabupaten Muba dapat menjadi peluang ekspor di masa pandemi. Jika pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan benar maka, produk nya akan di cari oleh pasar.

"Permintaan export-coco peat berasal dari Tiongkok, Jepang, Korea, Italy, Jerman, Belgia, Kanada, Israel, serta dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, kegiatan inovasi pengolahan sabut kelapa ini dapat bersinergi untuk meningkatkan lapangan kerja di Muba," bebernya. (OL-15)

BERITA TERKAIT