08 February 2022, 00:07 WIB

Warga Desak Pemkab Bandung Barat Perbaiki Jalan Pembangunan yang Rusak


Depi Gunawan |

SEBAGAI bentuk protes karena pemerintah tidak pernah memperbaiki Jalan Pembangunan yang kondisinya rusak, warga Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menanam pohon pisang di lokasi jalan hancur. Mereka melakukan aksinya karena geram jalan milik kabupaten itu rusak sejak lama tapi seolah dibiarkan.

Padahal, menurut warga, jalan tersebut pernah dilalui pejabat mulai bupati dan anggota dewan sehingga tahu kondisi yang sebenarnya. "Namanya saja Jalan Pembangunan, tapi jalan enggak dibangun. Jadi kami terpaksa tanam pohon pisang dan tebar ikan lele di sejumlah titik kubangan untuk menyindir pemerintah," kata seorang warga, Dadan Nandi, Senin (7/2).

Jalan Pembangunan telah rusak sejak lama, tak ayal kecelakaan pun kerap terjadi di lokasi tersebut. Dadan menyebut, terakhir kali jalan itu diperbaiki sekitar 5 tahun lalu atau saat bupati masih dipimpin almarhum Bupati Abubakar.

"Bupati yang sekarang belum mau memperbaiki, beberapa waktu lalu Hengky (Plt. Bupati) pernah lewat sini naik motor dan tahu kondisi jalan gimana, anggota dewan juga. Tetapi mereka tidak pernah mau perhatian," ucapnya.

Diperkirakan jalan yang kondisinya rusak mencapai sepanjang 2 kilometer. Atas kondisi itu, aktivitas warga pun menjadi terhambat sebab Jalan Pembangunan merupakan akses utama warga beberapa desa untuk beraktivitas.

"Jalan ini merupakan jalur lalu lintas warga untuk kerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi. Kalau musim hujan seperti sekarang jalan banyak kubangan, banyak motor jatuh, jalan sangat licin," tuturnya.

Feri Wisnu, 38, warga lainnya mengungkapkan, dirinya pernah terjatuh di jalan berlubang sebab di lokasi juga minim penerangan. Dia pun menyebut, seolah pembangunan jalan di wilayahnya didiskriminasikan.

"Jalan raya ke arah Cililin diperbaiki tapi jalan di wilayah ini dibiarkan saja, bahaya sekali jika tidak segera diperbaiki. Bisa-bisa warga bertambah geram kepada pemerintah," ujarnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT