30 January 2022, 21:06 WIB

Waspada DBD, Warga di Cianjur Fogging Lingkungan


Benny Bastiandy |

WARGA RW 12 Kelurahan Sayang Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, waspada demam berdarah dengue (DBD). Peningkatan kewaspadaan menyusul adanya tiga orang warga setempat yang positif penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Ketua RW 12, Nunang Juarsyah, menyebutkan tiga orang warganya yang terkena DBD merupakan anak-anak. Saat ini mereka masih dirawat di rumah sakit. "Ada tiga orang di wilayah kami yang kena DBD," kata Nunang, Minggu (30/1).

Mengantisipasi penyebarannya, Nunang pun berinisiatif melaksanakan fogging. Ia meminta bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur agar mengerahkan petugas melakukan fogging.

"Sudah kami laksanakan fogging pada Sabtu. Ini merupakan langkah antisipasi," terangnya.

Fogging sifatnya hanya sementara. Karena itu, Nunang menginstruksikan warganya agar menggiatkan kembali kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.

"Sekarang mungkin akan memasuki perubahan musim. Banyak genangan genangan air yang jadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk. Ini harus dibersihkan agar tak jadi penyebaran DBD," tuturnya.

Lingkungan RW 12 relatif cukup padat penduduk. Wilayahnya terbagi menjadi 3 RT. "Kami juga sosialisasikan pentingnya menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Di saat musim DBD seperti sekarang, kami juga akan menggiatkan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) serta 3M plus," jelasnya.

Belum ada data jumlah kasus DBD memasuki awal tahun ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, tak mengangkat telepon selulernya saat dihubungi. Begitu juga Sekretaris Dinas Kesehatan, Yusman Faisal, tak diangkat telepon selulernya saat dihubungi, Minggu (30/1). (OL-15)

BERITA TERKAIT