28 January 2022, 14:28 WIB

FKUB Tangerang: Kerukunan Terjaga karena Pemkab Tanggap Masalah Keumatan


Mediaindonesia.com | Nusantara

KABUPATEN Tangerang saat ini menjadi salah satu miniaturnya Indonesia. Soalnya, beragam etnis juga agama di Indonesia hadir di daerah yang terkenal dengan sebutan kota 1.001 industri ini. Karenanya wilayah itu menjadi tujuan urbanisasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. 

Wajar masyarakatnya memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi, mengingat keberagaman itu sudah terbangun lama atau sejak ratusan tahun lalu. Dan, tentu saja, keberagaman ini menjadi potensi yang sangat luar biasa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. 

Kondisi itu tentu menjadi tantangan tersendiri untuk merawat keberagaman tersebut agar terus tercipta situasi kehidupan yang saling hormat menghormati dan harmonis di tengah keberagaman tersebut. "Salah satu kegiatan yang sering kami lakukan yaitu menjalin silaturahmi. Dengan saling mengenal tentu akan tercipta rasa saling menyayangi, seperti ada ungkapan tak kenal maka tak sayang," ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang KH Maski.

Untuk diketahui, dalam FKUB terdiri dari berbagai unsur agama, yaitu Islam, Nasrani, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Karena itu, FKUB harus bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama. "Jadi, nilai-nilai toleransi menjadi aspek penting dalam program kerja dan kegiatan FKUB," ujarnya.

Terkait kegiatan FKUB tahun lalu, kata Maski, pihaknya fokus menyosialisasikan regulasi terkait pendirian rumah ibadah antarumat beragama. FKUB melakukan sosialisasi ke 29 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Tak sebatas kepada pejabat aparatur sipil, tetapi sosialisasi juga mencakup camat, lurah, kepala desa, hingga masyarakat luas. 

Tahun ini, FKUB melakukan sosialisasi melalui media sosial dan menyasar generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dalam keberagaman baik adat, agama maupun budaya. "Kami terus menggaungkan program komunikasi, informasi, dan edukasi terkait toleransi dan kerja sama antarumat beragama khususnya melalui media sosial," ujarnya.

Pada prinsipnya, FKUB Kabupaten Tangerang selalu menjaga situasi kerukunan umat. "Ciri khas tokoh agama Kabupaten Tangerang selalu menjaga kerukunan umat. Setiap persoalan kami selalu turun untuk menjaga situasi," ujarnya.

Di sisi lain, Maski mengakui bahwa Pemkab Tangerang memberikan dukungan positif terhadap berbagai program kerja dan kegiatan FKUB. Karena itu, untuk menjaga kerukunan dan keberagaman, baik agama, adat, maupun budaya, dibutuhkan peran sosok kepala daerah yang mampu memfasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut. Tujuannya, jalinan silaturahmi antarpemeluk agama terus terjaga. 

Sosok Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang biasa disapa Bang Zaki dinilai Maski berhasil merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Tangerang. "Pak Zaki itu sosok pemimpin yang cepat tanggap, sehingga selalu cepat merespons jika ada persoalan untuk segera diselesaikan," ujarnya.

Selama ini, Pemkab Tangerang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai program kerja dan kegiatan FKUB. Jajaran Pemkab bahkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sering kali turun langsung mengawal pelaksanaannya. 

"Pemerintah daerah harus peka dan sensitif terhadap perkembangan wilayah yang ada di Tangerang Raya, termasuk dengan berbagai kegiatan keagamaan. Kami juga harus responsif dan terbuka untuk mendengar serta menyerap aspirasi dan berbagai kebutuhan dari masyarakat," ujar Bang Zaki.

Dukungan Pemkab Tangerang untuk kemaslahatan umat beragama salah satunya berupa dana hibah untuk kegiatan operasional FKUB sehingga mampu menjadi jembatan strategis bagi umat untuk menggerakkan toleransi dan moderasi beragama. "FKUB memiliki tugas dan tanggung jawab yang strategis dalam membangun kota dan bangsa melalui aspek kehidupan sosial masyarakat. Saya harap FKUB menjadi wadah resolusi konflik yang sangat efektif," ujarnya.

Baca juga: Dua Siswa SMP Negeri di Cirebon Terpapar Covid-19

Intinya, kehadiran FKUB mampu membuat antarumat beragama bisa terus saling menghargai, saling menghormati dalam setiap perbedaan. "Nilai-nilai toleransi menjadi aspek penting bagi pemda. Dengan bersinergi bersama MUI dan FKUB beserta organisasi kemasyarakatan dan ulama, kami berkomitmen mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, dan sejahtera," pungkasnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT