28 January 2022, 08:00 WIB

Kasus Covid-19 Kota Semarang dan Pekalongan Muncul Lagi


Akhmad Safuan | Nusantara

KASUS covid-19 Kota Semarang muncul lagi hingga capai 30 kasus dan Kota Pekalongan empat kasus baru, setelah cukup lama zero menjadi perhatian serius dua pemerintah daerah di Jawa Tengah tersebut.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (28/1) kasus covid-19 di beberapa daerah di Jawa Tengah mulai kembali mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir, meskipun belum dapat dipastikan kasus yang baru tersebut merupakan varian omikron namun lonjakan kasus yang terjadi menjadi perhatian serius daerah dan provinsi.

Di Kota Semarang pada pekan ini terus mengalami peningkatan kasus covid-19 masih terhitung belasan kasus, namun jelang akhir pekan ini tiba-tiba melonjak hingga mencapai 30 kasus yakni 21 warga terkonfirmasi virus korona berasal dari dalam kota dan sembilan warga merupakan warga luar daerah.

Demikian juga Kota Pekalongan yang cukup lama berada pada zona aman kasus covid-19, namun jelang akhir pekan ini muncul empat kasus baru. "Belum diketahui apakah yang muncul itu varian omikron atau varian lainnya," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Empat warga Kota Pekalongan positif terkonfirmasi covid-19 tersebut, lanjut Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat ini menjalani isolasi mandiri dan dalam pengawasan ketat tim Satgas Covid-19 dan puskesmas terdekat, mereka diketahui terpapar virus korona setelah dilakukan testing karena termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam secara terpisah juga mengatakan 30 warga positif covid-19 tersebut saat ini ditangani secara serius baik di rumah sakit maupun rumah isolasi berpusat, selain untuk mempercepat penyembuhan juga sebagai antisipasi penyebaran kasus.

Setelah ada enam warga positif covid-19 varian omicron dan merupakan klaster keluarga, ungkap Abdul Hakam, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Semarang, sehingga pemeriksaan secara intensif dilakukan dengan membawa sampel pasien ke laboratorium untuk pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Meskipun hingga kini belum diketahui apakah varian omicron atau lainnya, demikian Abdul Hakam, namun terjadinya lonjakan kasus hingga capai puluhan warga terkonfirmasi covid-19 dikhawatirkan akan menjadi lebih besar lagi.

"Kami terus berupaya untuk mencegah penyebaran dengan serangkaian testing dan tracing kasus," imbuhnya.

Selain itu mencegah penyebaran lebih luas covid-19, ujar Abdul Hakam, pemerintah daerah dengan dibantu institusi lain seperti kepolisian, TNI dan swasta terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi covid-19 baik dosis pertama, kedua, lansia, anak-anak maupun booster. (OL-13)

Baca Juga: Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Aktifkan Kembali Lokasi Isoter

BERITA TERKAIT