27 January 2022, 19:55 WIB

Potensi Sarang Burung Walet di Kalteng Capai Triliunan Rupiah


Surya Sriyanti | Nusantara

 

DARI hasil kajian Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, potensi bisnis sarang burung walet akan memberikan tambahan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) dengan nilai fantastis. Potensi usaha bidang ini sendiri bisa mencapai triliunan rupiah.

"Saat ini harga hasil sarang burung walet tanpa diolah atau tanpa
dibersihkan mencapai Rp8 juta-Rp13 juta per kilogramg. Jika diolah dengan dibersihkan dari bulu burung, hasilnya akan lebih tinggi yakni mencapai kisaran Rp20 juta- Rp28 juta per kg," ungkap Kepala Perwakilan BI Kalteng Rihando, dalam kegiatan coffee morning bersama OJK Kalteng, di Palangka Raya, Kamis (27/1).

Dari hasil panen sarang burung walet, tambahnya. akan memberikan pemasukan bagi daerah bila sungguh-sungguh dikelola.

Rindo menambahkan yang harus dipersiapkan daerah adalah regulasi seperti peraturan daerah (perda), peraturan gubernur ( pergub) atau peraturan bupati (perbup) untuk membantu pelaku usaha sarang burung walet meningkatkan hasil olahannya,. sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi.

"Regulasi ini, misalnya, mengatur bagi pemilik gedung walet untuk wajib
melakukan daftar ulang. Kemudian mereka juga tidak boleh menjual sarang
walet dalam bentuk mentah tapi harus olahan. Dengan demikian selain
meningkatkan hasil juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat," lanjut Rihando.

Dia juga mencontohkan, saat melakukan pemantauan di Kabupaten
Kotawaringin Barat, ditemukan banyak gedung penangkaran sarang burung walet yang belum terdata. Pemkab hanya mencatat ada 9.500
gedung, padahal jumlah sebenarnya lebih dari itu.

"itu baru satu kabupaten saja. Karena itu tata kelola ini penting, sehingga nantinya akan memberikan PAD," tandasnya. (N-2)

BERITA TERKAIT