27 January 2022, 12:15 WIB

Minyak Goreng Satu Harga Rp14 ribu/liter di Purwokerto Sulit Dicari


Tosiani |

MASYARAKAT di daerah Purwokerto, Jawa Tengah mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng bersubsidi yang dijual satu harga, karena tidak tersedia secara cukup di pasaran. Pantauan pada Kamis (27/1), kendati memasang tulisan sedia minyak goreng Rp14 ribu per liter di pintu masuk, namun sejumlah minimarket ternyata tidak menjual minyak goreng sama sekali.

Seperti diungkapkan Fenny, salah seorang penjaga salah satu minimarket di Kawasan Jalan Gerilya Barat Purwokerto. Menurut dia, sejak diberlakukan minyak goreng satu harga oleh pemerintah pada 19 Januari hingga sekarang, minyak goreng bersubsidi tersebut baru sekali dipasok pada Rabu Sore (26/1). Jumlahnya pun amat sedikit sehingga langsung habis terjual begitu barang datang.

"Pada Rabu Sore (26/1) kemarin baru dipasok sekali sebanyak satu karton minyak berisi 12 bungkus masing-masing 1 liter dan 6 kemasan minyak berisi masing-masing dua liter, langsung habis terjual, dan belum ada pasokan lagi,"kata Fenny, Kamis (27/1).

Karena keterbatasan jumlah pasokan minyak goreng tersebut, menurut Fenny, pihak minimarket memberlakikan pembatasan pembelian. Tiap konsumen hanya boleh membeli satu kemasan minyak berisi 2 liter yang dijual dengan harga Rp28 ribu, atau kemasan 1 liter masing-masing dua bungkus.

"Hari ini, Kamis (27/1), tidak ada minyak goreng sama sekali," katanya.

Meski pasokan minyak goreng amat terbatas, namun menurut dia, sebelumnya pihak minimarket telah menjual komoditas tersebut dengan harga promo. Karenanya masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga sedikit lebih miring.

Wiji, 35, salah seorang warga Kelurahan Purwokerto Kidul mengaku telah mencari minyak goreng ke beberapa minimarket terdekat namun barang tidak tersedia. Karena itu ia terpaksa harus membeli minyak goreng di warung eceran terdekat dengan harga Rp21 per liter. (OL-13)

Baca Juga: 60 Pegawai Positif Covid, Risma Lockdown Kemensos Pusat

BERITA TERKAIT