26 January 2022, 22:35 WIB

Kang Emil Berhasil Bantu Penjual Lukisan di Braga Lewat NFT


Bayu Anggoro | Nusantara

 

WAJAH Solihin semringah. Rabu (26/1), penjual lukisan di Jalan Braga, Kota Bandung, itu, menerima uang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar Rp4,2 juta.

Uang itu bukan sumbangan. "Itu hasil menjual lukisan milik Solihin. Saya bereksprimen menjualnya lewat NFT (Non-Fungible Tokens) Opensea milik saya," ujar Kang Emil.

Lukisan kaligrafi milik Solihin laku seharga 0.09 ETH atau setara dengan Rp2,4 juta. Solihin sangat bersyukur, karena jika ia menjual secara manual di trotoar Jalan Braga, seperti yang selama ini ia lakukan, lukisan itu hanya akan laku Rp500 ribu-Rp1 juta.

Sebelumnya, Emil mendatangi lapak lukisan milik Solihin untuk menawarkan menjual lukisannya di NFT. Emil mengatakan, penjualan
barang melalui digital khususnya NFT merupakan cara baru yang terbukti
berhasil.

Bila cara tersebut banyak dilakukan para penjual lukisan, ia meyakini
kesejahteraan seniman akan meningkat. "Inilah cara baru dalam
menyejahterakan seniman atau pelaku seni bahwa cara menjual lewat
platform digital NFT sangat menjanjikan," katanya.

Emil berharap, para seniman lainnya dapat mengikuti cara penjualan yang
dilakukannya. "Mudah-mudahan cerita di Braga ini menjadi inspirasi,
tolong sampaikan supaya mereka mengikuti ini," harapnya.

Pihaknya pun akan menyusun langkah-langkah untuk membantu pembuatan akun Opensea dengan pihak terkait bagi para pedagang yang memang cukup sulit jika melakukannya sendiri.

Solihin, 52, sang pemilik lukisan mengaku tak menyangka lukisannya terjual hingga lebih dari empat kali lipat dari harga normal.

"Biasanya saya jual lukisan di kisaran Rp1 juta, paling rendah Rp500
ribu. Luar biasa jadi beberapa kali lipat, ini di luar dugaan. Waktu itu Pak Gubernur datang menawarkan seperti ini," ucapnya.

Menurut Solihin, para pedagang lukisan di Braga sudah ada yang tertarik
menjual lukisannya di NFT kendati hanya beberapa pedagang. Alasannya,
mereka kebanyakan masih belum memahami tentang teknis NFT.

"Respons dari pelukis ada, tapi masih kecil peminat karena mungkin
mereka belum paham tentang NFT. Tapi saya akan komunikasikan terus
kepada mereka," tuturnya. (N-2)

BERITA TERKAIT