26 January 2022, 19:29 WIB

Penanganan Kasus Stunting di Tuban Dilakukan secara Lintas Sektoral


M Yakub | Nusantara

ANGKA kasus stunting di Kabupaten Tuban, Jawa Timur masih cukup tinggi yaitu 25,1% . Angka ini di atas rata-rata angka provinsi  23% dan nasional 24,4% .

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban Bambang Priyo Utomo dalam memperingati Hari Gizi Nasional ke-26 di Aula Dinas Kesehatan jalan Brawijaya, nomor 3 Tuban, Rabu (26/1). Bambang mengungkapkan, tema tahun ini adalah 'Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, Gizi Seimbang Keluarga Sehat, Negara Kuat'. Menurut dia, dengan tema tersebut instansinya fokus pada penanganan kasus stunting serta obesitas.

"Stunting selain menjadi fokus kesehatan nasional, juga menjadi fokus program Bupati saat ini," ungkapnya.

Ia mengakui saat ini angka stunting di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi. Untuk itu, kata Bambang, penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh Dinkes P2KB saja, akan tetapi lintas sektoral.

"Selain kita bekerja sesuai prosedur yang ada, kita akan gandeng OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, dan OPD terkait lainnya," terangnya.

Bambang menambahkan, stunting juga menjadi salah satu indikator kemiskinan. Untuk itu, penanganan stunting menjadi urgensi yang harus segera diselesaikan dan memutus mata rantai stunting dengan cara memperhatikan gizi ibu hamil, hingga pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

"Seluruh petugas gizi memiliki kewajiban untuk mengedukasi masyarakat. Kita punya 72 ahli gizi yang tersebar di semua rumah sakit dan 33 puskesmas. Mereka bertugas untuk memberikan edukasi kepada ibu, calon ibu, sampai remaja," jelasnya.

Bambang menambhkan edukasi akan mencegah timbulnya kasus stunting baru. "Jadi jangan ada stunting-stunting lain yang lahir dari keturunan kita. Kita putus melalui pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi saat hamil hingga 1000 HKP," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT