26 January 2022, 17:52 WIB

Bandung Barat Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua


Depi Gunawan | Nusantara

PEMKAB Bandung Barat, Jawa Barat menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua demi mencegah lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga Covid-19. Hingga saat ini, capaian vaksinasi dosis dua sudah 58 persen, ditargetkan pada Maret mendatang bisa mencapai 70 persen.

"Selain melanjutkan vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi anak, kita juga sedang mengejar target 70 persen vaksinasi dosis dua, mudah-mudahan bulan Maret bisa tercapai," kata Sekda Bandung Barat, Asep Sodikin, Rabu (26/1).

Pihaknya mengimbau masyarakat yang belum menerima vaksin dosis dua segera mendatangi lokasi layanan vaksinasi. Menurutnya, Dinkes sudah mengantongi data berisi nama-nama yang sudah divaksin dosis pertama, sehingga data itu yang akan diprioritaskan mendapat vaksin dosis dua.

"Vaksinasi kedua lebih gampang sebetulnya, karena sudah by name. Cuma kemarin kan fokus ke dosis ke satu, jadi ada pelambatan pada dosis keduanya," ujar Asep.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menyebutkan, sejauh ini sudah ada 23 orang dinyatakan positif Covid-19. Karena itu, dirinya mengingatkan masyarakat menjaga prokes serta menginstruksikan percepatan vaksinasi di setiap kecamatan.

"Kunci utamanya tetap prokes. Begitupun di tempat tempat wisata, skrining harus ketat, kemudian saya minta masyarakat tidak bepergian ke luar negeri," ucapnya.

Menurut dia, vaksinasi Covid-19 adalah upaya mencegah penyebaran varian Omikron. Selama tiga hari, pihaknya akan memberikan vaksin booster kepada seluruh kalangan masyarakat.

"Hari ini kita melaksanakan booster selama tiga hari, yang terdaftar ada 1.400 orang, tapi kalaupun ada yang datang lagi tetap akan terima. Syukur-syukur dua ribu orang pun kita akan diterima," kata Hengky.

Meski jumlah kasus positif Covid-19 naik, dirinya memastikan belum ada kasus varian baru Omicron. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pihaknya juga sudah mulai membatasi beberapa kegiatan masyarakat. "Kita sekarang kan PPKM Level 2, jadi kita ikuti aturannya, di kantor-kantor juga ada pembatasan. Prokes jangan kendur karena yang positif
lain lagi," tambahnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT