26 January 2022, 06:05 WIB

Hari ini Relokasi PKL Malioboro yang Ditunggu Sri Sultan sejak 18 Tahun lalu


Ardi T Hardi | Nusantara

PEDAGANG kaki lima (PKL) Malioboro rencananya akan direlokasi secara bertahap mulai hari ini, Rabu (26/1). Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pun mengaku, dirinya sudah menunggu waktu belasan tahun agar para PKL tersebut berjualan di tempat yang semestinya, bukan di trotoar.

"Saya sudah nunggu 18 tahun, tempat itu bukan milik dia (PKL Malioboro), (tetapi) milik toko dan pemerintah, bukan untuk fasilitas kaki lima," kata Sinuhun, kemarin. Oleh sebab itu, Sri Sultan pun mengingikan, relokasi segera dilakukan, tidak ditunda-tunda lagi.

Ia menyebut, pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Dua tempat relokasi, yaitu di eks bioskop Indra dan eks lahan Dinas Pariwisata DIY sudah disiapkan.

"Sudah dicicil, hari ini kan ada (PKL) yang sudah keluar (dari Malioboro dan bersiap pindah ke lokasi yang baru)," papar dia.

Sebelumnya, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan, PKL memiliki keuntungan-keuntungan saat berjualan di tempat yang baru. Pertama, para PKL tidak perlu memindah-mindah gerobak dagangannya.

Kedua, mereka juga tidak perlu pasang-bongkar tenda untuk berjualan. Ketiga, status tempat berjualannya juga legal. "Saya kira kenyamanan tempat berjualan akan lebih baik," tutup dia.

Sementara itu, menurut salah seorang PKL yang berjualan makanan di Malioboro, dirinya pasrah dengan kebijakan pemerintah. "Yang punya (lahan) tidak boleh berjualan, ya pindah," kata dia, Rabu (26/1).

Ia mengaku, dirinya mendapat tempat berjualan baru di bangunan eks bioskop Indra. Menurut jadwal, dirinya akan menempati lapak yang baru mulai 1 Februari 2022.

Di sisi lain, ada pula  PKL yang terus berjuang agar mereka tidak dipindah melalui Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta. LBH Yogyakarta pun menyebut, sekitar 159 aduan dari PKL Malioboro yang masuk hingga Jumat (21/1).

"Yang kami persoalkan adalah nasib pedagang (di Malioboro)," kata Era Harivah, Anggota Divisi Penelitian LBH Kota Yogyakarta. Pasalnya, yang mencari nafkah di Malioboro tidak hanya pedagang kaki lima, tetapi juga pedagang asongan. Pihaknya pun berjanji akan terus mengawal relokasi para pedagang Malioboro. (OL-13)

Baca Juga: Kasus Positif di Bantul Bertambah Sembilan Orang

BERITA TERKAIT