25 January 2022, 17:55 WIB

Harga Pangan Mahal, Warga Pesisir Harapkan Pemerintah Gelar Operasi Pasar


M Yakub | Nusantara

WARGA sepanjang pesisir pantura di Kabupaten Gresik, Jatim, mengharapkan pemerintah mengelar operasi pasar di wilayahnya. Ini menyusul keresahan masyarakat akibat sebagian besar harga bahan pangan yang melambung naik. Apalagi, operasi pasar belum pernah digelar di kawasan setempat.

"Kami terus terang resah dengan harga-harga yang terus melambung seperti ini," ungkap Murni, ibu rumah tangga di Kecamatan Panceng, Selasa (25/1) siang.

Menurut dia, saat ini nilai uang tidak ada harganya dibanding dengan harga bahan pangan yang terus melambung. Dia menjelaskan, uang sebesar Rp50 ribu saat dibelanjakan ke pasar tradisional sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari.

Dia mencontohkan, harga daging ayam potong mencapai Rp35 ribu-Rp40 ribu, gula putih yang biasanya Rp12 ribu kini, melambung jadi Rp14 ribu  perhatian kg dan beras seharga Rp9 ribu-Rp10 ribu per kg. Belum lagi bahan pangan lainnya.

''Jelas kami resah, kalau ada operasi pasar mungkin meringankan tapi, selama ini ga pernah ada di sini," tambahnya.

Senada, disampaikan Juwarni, warga di Kecamatan Ujungpangkah. Menurut dia, setiap menjelang Ramadan harga sebagian besar bahan pangan pasti melambung tinggi. Yakni, mulai dari beras, minyak goreng, tepung terigu, hingga bumbu dapur. ''Sangat meresahkan mas," ungkapnya.

Sedangkan, lanjut dia, harga beras IR 64 medium sebesar Rp9 ribu dan kualitas super harganya kisaran Rp9.500-Rp10.000 per kg. Bahkan harga gula putih ada yang menjual hingga Rp15 ribu per kg. Padahal, sebelumnya harganya masih kisaran Rp12 ribu per kg. "Belum lagi harga kebutuhan lainnya," terangnya.

Sejumlah warga berharap, pemerintah segera menstabilkan harga kebutuhan. Di antaranya, dengan mengelar operasi pasar. Apalagi, kawasan pantura setempat tidak pernah di tempati pelaksanaan operasi pasar.(YK/OL-10)

BERITA TERKAIT