25 January 2022, 16:25 WIB

Mitra Binaan Pertamina Dapur Mutiara Ekspor Bumbu Rendang ke Jerman


Yose Hendra |

1621

 

PANDEMI Covid-19 tidak menyurutkan semangat pelaku usaha untuk tetap berinovasi dan menciptakan peluang. Hal inilah yang dilakukan mitra binaan Pertamina asal Kota Payakumbuh Sumatera Barat (Sumbar), Fibrianti Takarina sekaligus owner Dapur Mutiara.

"Dulunya saya dari dunia konstruksi dan saat pandemi usaha properti kurang jalan, tak satu pun rumah terjual. Lalu saya berpikir untuk mencari peluang usaha, karena saya punya hobi masak rendang, jadilah usaha Dapur Mutiara. Usaha kuliner inilah yang membantu keuangan rumah tangga kami saat pandemi," ujar Fibrianti, Selasa (25/1).

Di awal memulai bisnis, ia terus belajar dan mengikuti pelatihan agar mengerti caranya berbisnis kuliner. Selain itu, usaha Dapur Mutiara ini pun bergabung menjadi mitra binaan Pertamina.

"Usaha rendang kami ini dibantu Pertamina, sehingga kami bisa bikin dapur, beli mesin peralatan masak dan mengurus perizinan usaha. Dengan peralatan mesin vakum makanan, produk kita bisa tahan sampai setahun empat bulan," jelasnya.

Saat ini usaha Dapur Mutiara telah menghasilkan berbagai macam variasi produk. Di antaranya Rendang Daging, Rendang Tuna, Rendang Suwir, Rendang Nangka, Rendang Jengkol, bumbu rendang, dan sebagainya.

Dikatakan Fibrianti, untuk memasarkan produk dibutuhkan strategi pemasaran yang baik dan benar. Dengan strategi pemasaran dari mulut ke mulut dan memanfaatkan bisnis online, kini produk-produknya sudah dipasarkan ke luar kota hingga mancanegara.

"Dengan jualan online, produk kita sudah sampai ke Papua, Maluku, Kalimantan, dan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Kita juga sudah mengirim bumbu rendang ke Jerman dan sudah lima kali pengiriman," katanya.

Pengiriman pertama bumbu rendang ke Jerman ini dilakukan melalui jasa titip atau jastip. Selanjutnya, pengiriman bumbu rendang tersebut dijual ke Toko Indonesia di Jerman.

"Jadi sekarang usaha rendang lancar dan kita satu-satunya di Sumbar yang ekspor bumbu rendang ke Jerman karena kita sudah memiliki kontrak eksklusif sama Eropa," ucap Fibrianti.

Ke depan, ia berharap pemasaran produk-produknya semakin maju dan dapat dipasarkan ke berbagai negara. "Terima kasih banyak atas dukungan Pertamina kepada kami, usaha Dapur Mutiara semakin berkembang setelah menjadi mitra binaan Pertamina," tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan pihaknya akan terus mendukung pengembangan UMK (Usaha Mikro dan Kecil) mitra binaan agar tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh, kuat dan mandiri. "Program Kemitraan ini mendukung UMK bangkit dari tekanan ekonomi akibat 
pandemi," kata Taufikurachman.

Diakuinya, program ini juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Beberapa syarat menjadi Program Pendanaan UMK adalah usaha tersebut milik Warga Negara Indonesia, mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan, serta usaha yang belum memiliki akses pinjaman kepada lembaga pendanaan atau perbankan. (YH/OL-10)

BERITA TERKAIT