25 January 2022, 07:45 WIB

Bupati Sikka Sedih Ada Diskriminasi di Pelayanan di Rumah Sakit


Gabriel Langga | Nusantara

BUPATI Sikka Fransiskus Roberto Diogo sedih melihat pelayanan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC. Hillers Maumere terkesan adanya diskriminasi.

"Di rumah sakit saja ada diskriminasi. Saya kunjungi rumah sakit itu saya merasa sedih. Pasien orang miskin tidur di kamar yang berserakan. Bayangkan saja, satu ruangan bisa delapan orang. Di dalam ruangan itu panas dan tidak ber-AC. Ini yang saya sedih," ujar Bupati Sikka dalam apel kekuatan ASN yang berlangsung, Senin (24/1).

Untuk itu, kata Bupati Sikka, pada 2022 ini, nantinya pelayanan rumah sakit milik pemerintah bakal diberlakukan tanpa kelas. Hal itu mencakup RSUD TC Hillers Maumere dan nantinya di rumah sakit Doreng. 

Baca juga: Mahasiswi Akper Lela Maumere, Kuliah Sambil Jualan Pisgor

"Kedua rumah sakit itu kita terapkan rumah sakit tanpa kelas. Tujuannya untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan tidak diskriminatif," ujar Bupati Sikka ini.

Dia mengatakan apabila ada warga yang sakit disediakan ruangan pasien yang ber-AC sehingga tidak ada diskriminasi. Termasuk para ASN yang golongan II, III, dan IV itu ruangan yang ber-AC dengan pasien lainnya.

"Walaupun mandiri bayarnya beda tetapi pelayanan kesehatan yang diberikan sama. Ini adalah karya besar yang harus kita lakukan bersama-sama. Bukan berarti Sikka yang pertama  terapkan rumah sakit tanpa kelas, tetapi ada beberapa daerah di Indonesia sudah terapkan rumah sakit tanpa kelas," papar Bupati Sikka.

Ia menuturkan bagaimana mau bicara persatuan dan kemanusiaan namun di rumah sakit saja ada diskriminasi. 

"Jadi pada 2022, kita harus terapkan rumah sakit tanpa kelas. Pemerintah harus hadir memberikan fasilitas kesehatan yang baik bagi masyarakatnya," pungkasnya. (OL-1) 

BERITA TERKAIT