24 January 2022, 17:32 WIB

Bocah Diduga Korban Kekerasan Seksual di Manado Meninggal Dunia


Voucke Lontaan | Nusantara

BOCAH perempuan berinisial CT diduga korban kekerasan seksual di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), meninggal dunia, setelah dirawat medis di Rumah Sakit Umum Prof (RSUP) Kandou Malalayang, Manado, hampir sebulan.

Direktur Utama RSUP Prof Kandou Malalayang, Manado, Jimmy Panelewen, dalam press conference bersama Kapolda Sulut, Irjen Mulyatno, Senin (24/1), mengatakan, korban dirawat sejak 29 Desember 2021, dan menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (24/1) pukul 07.25 Wita.

"Kematian disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujar Dirut RSUP Prof.Kondou Malayang, Jimmy Penelewen.

Turut hadir dalam press conference, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast, Kapolresta Manado Kombes Julianto Sirait, Kadis P3A Propinsi Sulawesi Utara Kartika Dewi Tanoe dan tiga dokter ahli.

Jimmy Penelewen menjelaskan, ada dua hal yang berbeda, antara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dan pasien mengalami kanker darah.

"Justru kematian korban disebabkan karena pasien mengalami kanker darah," ujar Jimmy. Pada kesempatan itu Dokter Joel menambahkan, ia yang menerima pasien CT saat datang pada 29 Januari 2021 pukul 01.00 Wita, pasien CT datang dengan keluhan perdarahan dan disertai membawa surat permintaan visum dari kepolisian.

"Disaat pemeriksaan saya temukan ada lebam-lebam di sebagian besar tubuh sampai ke area dekat kemaluan disertai dengan adanya perdarahan di sekitar kemaluan. Kami juga melanjutkan dengan VER dan hasilnya ditemukan adanya robekan di selaput darah, dimana robekan yang sifatnya sudah lama," kata Joel.

Perawatan pasien ini dilnjutkan rawat di Bagian Anak di ruang ICU, karena kondisinya berada di bawah penurunan kesadaran, dimana HB-nya hanya 1,8 dan itu akibat perdarahan yang sudah berlangsung lama.

"Pasien dilanjutkan perawatan di Bagian Anak, dan ada temuan-temuan diduga mengarah pada penyakit leukemia. Dan itu yang kami pikirkan sebagai penyebab perdarahan di vagina atau haid tidak bisa berhenti, perdarahan berlangsung terus tidak berhenti akibat ada kelainan darah," jelas Joel.

Terkait robekan diselaput darah, tim dokter ahli pada kesempatan itu pula menjelaskan bahwa, selain aktifitas seksual, hal itu juga bisa disebabkan karena aktifitas lainnya seperti olah raga atau karena mengalami kecelakaan/terjatuh.

Tim Dokter juga memantau lebam-lebam yang dialami pasien berpindah-pindah, sehingga disimpulkan pasien CT mengalami leukemia. Kondisi pasien sebelum meninggal, mengalami demam, pucat dan mata kabur, secara menyeluruh terjadi perdarahan di bola matanya dan sudah diberikan transfusi darah namun kondsi pasien semakin memburuk dan dinyatakan meninggal.

Kapolda Sulut Irjen Mulyatno, pada kesempatan itu menyampaikan belasungkawa dan turut berduka cita yang dalam. "Saya Kapolda Sulawesi Utara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhumah adik CT. Ini merupakan tantangan buat kami untuk mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual ini," ujar Irjen Mulyatno.

Polda Sulut dan Polresta Manado katanya menaruh perhatian yang sangat serius terhadap kasus ini. "kita akan terus melakukan upaya-upaya intensif guna mengungkap kasus ini," tegasnya. (OL-13)

Baca Juga: Polisi Periksa 9 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bocah di ...

 

BERITA TERKAIT