24 January 2022, 08:04 WIB

Kalimantan Disebut Tempat Jin Buang Anak, Tokoh Muda Berang


Denny Susanto |

TOKOH muda Kalimantan yang juga bendahara umum PBNU, Mardani H Maming berang dengan pernyataan Edy Mulyadi, yang menyebut bahwa Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Beberapa waktu terakhir pernyataan Edy Mulyadi yang viral di di media sosial ini menyulut protes dari banyak pihak. Menurut Mardani,
pernyataan demikian masuk kategori penghinaan serta merendahkan warga Kalimantan dan bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). "Kata-kata yang dilontarkan Edy Mulyadi yang tersebar di berbagai jejaring sosial adalah bentuk penghinaan," ujar Mardani, Senin (24/1).

Selain menghina, Mardani juga mengatakan pernyataan tersebut bisa menimbulkan kegaduhan. "Mestinya jika kurang suka terhadap sebuah
kebijakan pemerintah, jangan membawa-bawa hal berbau SARA, seperti mengatakan bahwasanya Kalimantan adalah tempat jin membuang anak, Paser (PPU) ibu kota negara (IKN) adalah kuntilanak dan genderuwo," tambahnya.

Di sisi lain, Mardani yang juga menjabat Ketua BPP HIPMI nasional ini menyatakan bahwa ia sangat mendukung keberadaan IKN di Penajam
Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur. Menurutnya hal tersebut merupakan wujud upaya pemerataan pembangunan di Indonesia.

baca juga: Rakyat Kaltim Siapkan Laporan Ke Bareskrim dan Sanksi Adat Untuk Adili Edy Mulyadii

Pernyataan Edy soal Kalimantan tempat jin buang anak muncul di unggahan berjudul Bau Busuk Oligarki dan Ancaman Atas Kedaulatan di Balik Pindah Ibu Kota. Konten ini terbit di Youtube pada 18 Januari 2022 lalu.

Seperti diketahui, sosok Edy Mulyadi tiba-tiba viral dan jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Edy Mulyadi disorot usai
melontarkan pernyataan yang dianggap kontra terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo dan warga Kalimantan.

Bahkan terkait hal ini Edy Mulyadi telah dipolisikan karena dianggap sudah menghina Prabowo dengan sebutan 'macan jadi mengeong'.
(N-1))

 

BERITA TERKAIT