23 January 2022, 22:33 WIB

Pemberdayaan Warga Desa Gunung Sari dalam Meracik Tanaman Obat


Mediaindonesia.com | Nusantara

PENGABDIAN kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu poin Tridharma Perguruan Tinggi. Universitas Pancasila sangat mendukung para dosen dan mahasiswa untuk dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. 

Salah satu tim yang mendapatkan kesempatan melaksanakan PkM yaitu Fakultas Farmasi (FF) khususnya Program Studi Doktor Ilmu Farmasi (PSDIF) dan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). Lokasi yang menjadi pusat kegiatan ini berada di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan topik Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Desa Gunung Sari dalam Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Jamu yang Baik yang dilaksanakan pada Sabtu (22/1)-Minggu (23/1). 

Kegiatan hari pertama berupa pembuatan tanaman obat keluarga di lahan Desa Gunung Sari. Tujuannya melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan alam melalui tanaman di sekitar lingkungan. Manfaatnya untuk pencegahan penyakit, bernilai estetika, murah, mudah didapat dan menambah keasrian lingkungan. Bibit yang ditanam antara lain tanaman ciplukan, kunyit, jahe, sereh, bangle, temulawak, lengkuas, dan kapulaga. 

Ketua pelaksana PkM apt. Greesty Finotory Swandiny, M.Farm menyampaikan dukungannya untuk membantu program kesehatan dan kesejahteraan keluarga. "Dalam meningkatkan kesehatan dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal hingga melestarikan tanaman obat dan budaya bangsa yang selanjutnya dimanfaatkan menjadi obat berbahan dasar dari alam," ucap Greesty dalam keterangan resmi, Minggu (23/1).

Kegiatan hari kedua yaitu pembuatan jamu yang baik. Pada kegiatan ini PkM mengundang pakar herbal pembuatan jamu Sukamto, S.Pd, pendiri Guru Racik dari Yogyakarta. Pada kesempatan ini Ibu Kepala Desa Gunung Sari yang juga Ketua PKK Mahda Hermansyah menyambut baik sekali kehadiran kedua kali tim pengabdian, khususnya dari Universitas Pancasila, yang memiliki agenda PkM sesuai dengan program desa yakni penanaman tanaman obat keluarga. PkM ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya berlangsung pada Desember 2020.

Selama ini, imbuh Mahda, tanaman tersebut baru dimanfaatkan sebagai bumbu dapur saja belum dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan kegiatan yang sangat edukatif ini dapat membantu peserta yang hadir dapat mandiri membuat jamu instan sehingga menjadi salah satu kegiatan rutin dalam program PKK berikutnya. 

Pelatihan itu mengenai pengolahan bahan alam seperti rimpang temulawak, jahe, kunyit, dan kencur menjadi jamu instan yang dikemas menarik. Disampaikan pula perkembangan jamu di masa pandemi menjadi momentum seperti penggunaan empon-empon atau rimpang untuk memelihara kesehatan tubuh, memilih menggunakan obat herbal atau obat dari bahan alam karena umumnya lebih murah dan terjangkau, dan relatif lebih aman dibanding obat kimia. Sifat bahan obat tradisional yang alami mudah dicerna oleh tubuh serta memiliki efek samping yang sangat minim atau bahkan hampir tidak ada.

Baca juga: Vaksinasi Booster Nakes Kalteng Capai 79,8 Persen

Ketua PSDIF Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed menambahkan kegiatan tersebut merupakan bentuk integrasi dari Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian, dan PkM. Ia juga mengharapkan kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk dapat bermitra dengan masyarakat di daerah Desa Gunung Sari sehingga dilakukan pengembangan bersama menyukseskan program di lingkungan desa. "Kegiatan ini diharapkan pula tali silahturahmi antara Universitas Pancasila dan Desa Gunung Sari dapat terus terjaga sehingga terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan bahan herbal untuk pengobatan dan misi penting dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat," ucapnya.

BERITA TERKAIT