23 January 2022, 17:50 WIB

Kasus Positif Meningkat, Pemkot Denpasar Evakuasi Pasien Positif ke Isoter


Arnoldus Dhae |

PEMKOT Denpasar mengambil langkah cepat mengantisipasi penularan Covid-19 yang semakin meluas. Tak lama setelah rapat kordinasi, Satgas Covid-19 Kota Denpasar langsung menjemput dengan humanis pasien isolasi mandiri (isoman) untuk dirujuk ke Isolasi Terpusat (Isoter) pada Minggu (23/1) Sore. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 di Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan, Satgas Penanganan Covid 19 Kota Denpasar mulai merujuk pasien isoman menuju isoter. Hal ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Denpasar untuk mendukung wajib isoter sebagai upaya memutus penularan Covid-19 di Kota Denpasar. 

''Hari ini dengan cara yang humanis dan persuasif kami langsung proses penjemputan masyarakat yang yang sudah terkonfirmasi positif covid-19 yang tidak bergejala atau gejala ringan atau yang sedang isoman langsung dirujuk menuju lokasi isoter yang sudah disiapkan,'' kata Dewa Rai.

Optimalisasi isolasi terpusat merupakan tindakan berkelanjutan untuk mencegah lonjakan kasus. Terlebih lagi saat ini untuk mengantisipasi penularan Varian Omicron. "Intinya kami ingin mengendalikan kasus sejak awal sehingga tidak meledak dan sampai menghentikan kegiatan perekonomian masyarakat lagi yang sudah mulai pulih. Jika kasus terkendali ekonomi tentu akan tetap  bergerak," kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Denpasar ini.

Dewa Rai menjelaskan, pelaksanaan isolasi terpusat hingga saat ini diyakini efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Hal ini utamanya dalam klaster keluarga yang berpotensi menimbulkan ledakan kasus. 

Hal ini berkaca dari pengalaman penanganan kasus covid 19 tahun 2021 lalu. ''Program isoter di Kota Denpasar sudah dari dulu, dan karena ini efektif tingggal dilanjutkan untuk mendukung percepatan penanganan pandemi dan mencegah penularan, dengan demikian ekonomi dapat bangkit kembali. Yang terbaru kita menyediakan salah satu hotel di pusat Kota Denpasar dan Wisma Werdhapura,'' imbuhnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Satgas Covid-19 Kota Denpasar tengah menggencarkan pola 3T yakni test, tracing, dan treatment. Penambahan personel juga terus dioptimalkan. Bahkan untuk mendukung pelaksanaan tracing turut dilibatkan Kaling dan Kadus serta Babinsa dan Babinkamtibmas. Serta untuk mendukung tratment dan pemulihan juga dilaksanakan optimalisasi Rumah Sakit Rujukan dan penambahan lokasi isolasi terpusat. Masyarakat agar tetap disiplin menerapkan disiplin prokes.

Kasus Covid-19 di Kota Denpasar kembali mengalami lonjakan. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Minggu (23/1), kasus meninggal dunia kembali nihil dan kasus sembuh bertambah 1 orang. Sementara itu, kasus positif Covid-19 melonjak sebanyak 23 orang. Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 38.052 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 36.973 orang  (97,16%), meninggal dunia sebanyak 1.004 orang (2,64%) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 75 orang (0,20%).

Saat ini penularan virus covid-19 di Kota Denpasar mulai mengalami tren peningkatan. Karenanya, dihimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan. "Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan terus  meningkat, sehingga diperlukan kerja sama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron. "Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan di manapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,'' imbuhnya.

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan)," kata Dewa Rai. (OL/OL-10)

BERITA TERKAIT