22 January 2022, 20:15 WIB

Kasus Penembakan di Maybrat, TNI-Polri Lakukan Pengejaran Pelaku


Martinus Solo | Nusantara


TIM gabungan TNI dan Polda Papua Barat masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan di Kabupaten Maybrat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (20/1) itu menyebabkan satu anggota TNI Angkatan Darat tewas dan tiga lainnya menderita luka tembak.

"TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan terhadap 4 orang anggota TNI-AD di Kabupaten Maybrat," ungkap Kabid Humas Polda Papua Barat Komisaris Besar Adam Erwindi.

Jika ada warga yang mengetahui keberadaan para pelaku, ia mengimbau,  agar segera melaporkan kepada Polda Papua Barat dengan nomor kontak : 110.

Ia juga meminta para tokoh agama, tokoh adat dan Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk membantu membujuk para pelaku agar menyerahkan diri kepada TNI-Polri.

"Kami mengimbau warga Maybratr tidak terprovokasi oleh berita bohong yang disebarkan orang yang tidak bertanggung jawab dan meresahkan masyarakat," tandasnya.

Penembakan di Maybart itu mengakibatkan Sersan Suda Miskel Rumbiak tewas. Saat kejadian penembakan, dia sedang membangun jembatan penyeberangan di Distrik Aifat Timur.

Korban bekerja bersama empat prajurit Batalyon Zeni Tempur 20/Pawbili Pelle Alang, Kabupaten Sorong.

Jembatan itu digunakan sebagai satu-satunya akses penghubung antara Kampung Fankario dan Kampung Kamat. "Akibat serangan itu, Miskel tewas dan empat rekannya luka-luka," ujar Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa.

Dia menyebut serangan oleh kelompok kriminal bersenjata Maybart itu tidak manusiawi. "Kami kehilangan satu putra asli Papua, putra terbaik bangsa yang mengabdi untuk tanah dan masyarakatnya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam Kasuari Kolonel Arm Hendra
Pesireron menambahkan ancaman dan serangan nyata KKB di wilayah Maybrat, tidak menyulutkan semangat perjuangan TNI dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di tanah Papua Barat.

"Selangkah pun kami tak mundur dengan serangan ini. Kami akan tetap berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI," tegasnya.

Ia menduga serangan dilakukan kelompok Komite Nasional Papua Barat. Sebelumnya, kelompok yang sama juga menyerang pos Koramil persiapan di Kampung Kisor September 2021.

Setelah serangan itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM mengklaim bertanggung jawab atas kematian satu prajurit TNI. "Satu orang lainnya luka," ungkap Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom. (N-2)

BERITA TERKAIT