21 January 2022, 21:25 WIB

Status Lahan Hambat Proyek Sport Center Sumut


Yoseph Pencawan | Nusantara

PROSES pembangunan Sport Center Sumut di Desa Sena, Kabupaten Deliserdang, belum terlaksana sampai sekarang. Padahal peletakan batu pertama pembangunan Sport Center sudah dilakukan sejak 14 Agustus 2020 lampau.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan, proses pembangunan Sport Center hingga kini masih terkendala alih status lahan. "Status lahan harus diubah dari hak milik menjadi berstatus Hak Penggunaan Lain (HPL)," ujar Edy, Jumat (21/1).

Menurut dia, aturan mengharuskan dilakukannya perubahan status tersebut karena ada pihak lain yang ikut membangun di sana. Saat ini proses perubahan atau peralihan status laham itu masih berjalan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Edy mengatakan perencanaan pembangunan Sport Center Sumut juga sedang dimatangkan di Bappenas, khususnya untuk pembangunan stadion sepak bola. Sedangkan untuk venue-venue yang lain akan dibangun Dispora Sumut.

Adapun pembangunan venue-venue tersebut dibangun dengan pembiayaan multiyears, pada tahun anggaran 2022 dan 2023. Namun tetap saja, pembangunannya baru bisa dimulai setelah perubahan status lahan itu selesai.

Sport Center Sumut diproyeksikan memiliki berbagai gedung dan fasilitas olahraga secara terpadu di atas lahan seluas 300 hektare. Selain ajang olahraga nasional, Sport Center juga akan mampu menjadi tuan rumah event-event kelas dunia.

Salah satu fasilitas yang juga akan dimiliki Sport Center adalah Green Hospital berkapasitas 5.000 ruangan. Ini adalah rumah sakit bertaraf internasional dengan konsep pembangunan yang mengedepankan lingkungan.

Selain itu, kawasan ini juga akan ditopang dengan transportasi MRT. Begitu juga dengan keberadaan pusat perbelanjaan, taman bermain dan lainnya. Pembangunan Sport Center diestimasi akan rampung pada 2024 sehingga disiapkan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan PON XXI Sumut-Aceh. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT