21 January 2022, 06:44 WIB

Wali Kota Tebing Tinggi Raih Penghargaan dari OJK


Apul Iskandar | Nusantara

WALI Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan meraih penghargaan kategori Penggerak Program Inklusi Keuangan Nasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Kamis (20/1). Wali Kota Tebing Tinggi itu menjadi satu-satunya kepala daerah dari 514 daerah Kabupaten/Kota se-Indonesia yang menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan tersebut diraih atas komitmen Wali Kota Tebing Tinggi yang didukung Gubernur Sumatra Utara dalam pelaksanaan dan keterlibatan program memberikan kepastian program seperti MUTRANS, UMKM Naik Kelas, perluasan penggunaan ORIS, OVOA, OSOA, dan UMKM Go Export. 

Tujuan program-program itu adalah mendorong UMKM perekonomian dan dunia usaha bergerak sehingga membentuk suatu sistem dan penguatan perekonomian.

Baca juga: Tingkatkan Layanan Publik, Pemko Tebing Tinggi Teken MOU dengan Pemko Pekanbaru

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia di Assembly Hall, JCC Jl Gatot Subroto No.1, Jakarta Pusat, Kamis (20/1).

Pertemuan PTIJK 2022 tersebut memberikan penghargaan kepada insan atau tokoh masyarakat yang secara konsisten memberikan konstribusi dalam program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program inklusi dan literasi keuangan.

Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada OJK RI dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara serta pihak-pihak yang mendukung sehingga menerima penghargaan Penggerak Program Inklusi Keuangan Nasional dari OJK RI.

"Atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, kami mengucapkan terima kasih kepada OJK RI dan Bapak Gubernur Sumut serta pihak-pihak yang telah mendukung sehingga Pemerintah Kota Tebing Tinggi menerima penghargaan ini," kata Umar Zunaidi.

"Kami menyatakan bahwa penghargaan ini sekaligus sebagai sebuah tantangan bagi kita, bahwa inklusi keuangan, harus kita tingkatkan pemahaman dan juga implementasinya," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Umar Zunaidi juga meminta literasi digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah tentang keuangan agar terus ditingkatkan dan digitalisasi kepada pelajar dan guru dalam Laku Pandai.

"One Student One Count, One Village One Count, menjadi bahagian yang perlu kita dorong, kita dukung bersama," ajaknya. (OL-1)

BERITA TERKAIT