20 January 2022, 23:10 WIB

Gema Pasundan Tuntut Arteria Dahlan Diberhentikan


Bayu Anggoro | Nusantara


PULUHAN mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (Gema) Pasundan memprotes pernyataan anggota DPR RI, Arteria Dahlan, yang dinilai rasis karena meminta Kajagung mencopot Kajati yang berbahasa Sunda saat rapat.

Kekecewaan ini mereka sampaikan saat mendatangi kantor PDIP Jawa Barat di Kota Bandung, Kamis (20/1).

Ketua Umum Gema Pasundan, Rajo Galam, mengatakan, mereka menuntut
Arteria Dahlan untuk diberikan sanksi tegas berupa pemberhentian sebagai kader partainya tersebut.

"Kami mendorong pergantian antarwaktu karna yang bersangkutan sudah melanggar kode etik DPR, karena telah memicu konflik Sara dan sudah memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI," tegasnya.

Dia mengatakan Gema Pasundan mengecam keras statemen Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung pecat Kajati yang berbicara bahasa Sunda saat rapat.

"Kami mendesak MKD DPR RI untuk menindak tegas Arteria Dahlan. Menurut kami  pernyataan Arteria ini sangat tidak mencerminkan dirinya sebagai wakil rakyat. Karena perlu kita ingat Soekarno itu diantar ke depan pintu gerbang kemerdekaan itu oleh Inggit Ganarsih yang asli orang Bandung dan orang Sunda. Seharusnya ini diperhatikan oleh Arteria
Dahlan, sehingga tidak menjadi manusia yang tidak tahu diri," katanya.

Marhaenisme sebagai ideologi PDI Perjuangan ini pun, katanya, didapatkan oleh Bung Karno saat berdialog dengan Mang Aen, seorang petani di Cigereleng, Bandung.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menyatakan sikap Arteria
Dahlan sama sekali tidak mencerminkan sebagai kader PDI Perjuangan yang
menjunjung tinggi Binneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Dia pun mengatakan setuju jika ada statemen yang menyatakan Arteria Dahlan murtad dari prinsip yang selama ini dipegang PDI Perjuangan yang menjunjung tinggi  keberagaman. "Kami telah meminta MKD DPR RI segera memproses hal ini." (N-2)

BERITA TERKAIT