18 January 2022, 20:34 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Bandung Barat Perketat Pembatasan Kegiatan Masyarakat


Widhoroso | Nusantara

PEMKAB Bandung Barat kembali menerapkan pembatasan berbagai sektor menyusul temuan kasus Covid-19 serta varian Omikron. Kasus Covid-19 di Bandung Barat kembali naik dengan tambahan 10 kasus positif aktif, padahal akhir tahun lalu sempat zero kasus.

"Nanti bakal ada beberapa pembatasan, kemarin ada rencana kita kembali work from home (WFH) dengan presentase seperti PPKM Level 2," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, Selasa (18/1).

Selain WFH, lanjut dia, pihaknya juga bakal membatasi jumlah pengunjung objek wisata dengan presentasi yang lebih sedikit dari sebelumnya. "Nanti akan disesuaikan, jadi begitu turun Inmendagri, akan kami ikuti karena sekarang ada penambahan kasus lagi," bebernya.

Diakuinya, munculnya varian omikron sangat mempengaruhi tingkat kunjungan objek wisata karena pengunjung ketakutan untuk berwisata. Pihaknya pun wajib mengantisipasi lonjakan kasus yang diprediksi terjadi pada akhir Januari atau Februari nanti. "Harus diantisipasi, kalau akhir Januari atau Februari kasusnya kembali tinggi," tuturnya.

Untuk menekan lonjakan kasus Covid-19, Pemkab Bandung Barat menggenjot vaksinasi ketiga atau booster serta vaksinasi anak usia 6-11 tahun. "Sebenarnya kalau menurut epidemiolog, omikron memang cepat menular, tapi tidak terlalu parah, apalagi jika sudah divaksin," ujarnya.

Menurut data Satgas Covid-19 per 16 Januari 2022, total kasus terkonfirmasi positif mencapai 19.160 kasus, dengan rincian sebanyak 18.884 orang sembuh, 266 orang meninggal dunia, serta 10 kasus aktif masih dalam perawatan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT